SOROTKEADILAN | Sabtu, 21 November 2020

Kasat Reskrim. Dua Berkas Perkara Pembunuhan Sudah lengkap P21

Kasat Reskrim Polres Dompu Iptu Ivan Roland Cristofel SH. STK.


Sorotkeadilan.com. Dompu, Kasat Reskrim Polres Dompu Iptu Ivan Roland Criestofel SH STK membenarkan bahwa dua berkas perkara kasus pembunuhan di Desa Tolo Kalo dan Doro Bara di nyatakan sudah lengkap dan atau P21. Rabu ( 18/11/20 ).

Kasus Pembunuhan yang dialami Almarhum Muhammad Iksan (33 tahun) yang diduga dilakukan MS (28 tahun) dinyatakan lengkap setelah pihak kepolisian menerima surat dari Kejaksaan Negeri Dompu yang menyatakan Berkas perkara tersebut lengkap (P-21).

Peristiwa pembunuhan tersebut terjadi pada selasa (18/08/20) Sekitar pukul 03.00 wita, di jalan lintas Kempo - Calabai, Desa Tolokalo, Kecamatan kempo, Kabupaten Dompu.

Kejadian tersebut sempat menjadi misteri karena saat itu MS menciptakan alibi seakan akan korban mengalami kecelakaan terlindas truk sehingga korban mengalami luka di kepala dan berdarah sampai meninggal dunia.beber kasat Reskrim.

Terkait adanya kejanggalan tentang meninggalnya korban pihak kepolisian berkoordinasi dengan pihak keluarga agar jenazah korban yang sudah dikubur digali kembali untuk dilakukan autopsi guna kepentingan penyelidikan dan penyidikan.

Di tambahkanya, proses atopsi dilakukan pada tanggal 21 Agustus 2020. Sekira pukul 13.00 wita yang di saksikan oleh keluarga almarhum dan warga setempat.

Selanjutnya pihak penyidik mendalami kasus tersebut dengan melakukan pemeriksaan beberapa saksi. Dari hasil pengembangan penyidikan, terungkap fakta bahwa yang melakukan pembunuhan itu adalah MS yang tak lain adalah ipar korban sendiri.

Dihadapan penyidik, MS mengaku telah membunuh MS dengan cara menimpuk kepala korban dengan menggunakan sebuah batu, MS menjelaskan, MS membunuh korban karena tidak dipercayai untuk mengemudikan truck milik korban.

Setelah menerima surat dari pihak kejaksaan, Pihak penyidik selanjutnya melaksanakan tahap dua (penyerahan tersangka dan barang bukti) Senin 16 November 2020 di kantor Kejaksaan Negeri Dompu.jelasnya.

Kemudian berkas perkara kasus pembunuhan terhadap HMY yang diduga dilakukan bersama sama oleh SL dan AS yang terjadi pada hari Rabu ( 15/7/20 )sekitar pukul 15.30 Wita. Kejadian tersebut bertempat di so Kalonco Desa Dore Bara, Kecamatan Dompu Kabupaten Dompu di nyatakan lengkap juga. Paparnya.

Masih di kasus yang sama Kasat Reskrim Polres Dompu Iptu Ivan Roland Criestofel STK via Paur Subbag Humas Aiptu Hujaifah di ruang kerja mengatakan.
" kami telah menerima surat dari Kejaksaan Negeri Dompu,bahwa berkas perkara di Dorebara sesuai laporan Polisi.LP/295/VII/2020/Res Dompu tertanggal 15 juli 2020,di nyatakan lengkap juga.

Nexnya, sudah kami tindaklanjuti dengan tahap kedua yakni penyerahan tersangka dan barang bukti,pada hari senin 16 Nopember 2020.terangnya.

Peristiwa tragis itu di awali masalah sapele,lantaran kedua kedua terduga merasa tidak adil dalam hal pembagian air irigasi disawah garapanya.

Hal itu memicuh amarah keduanya sehingga tega menghabisi nyawa korban dengan peranya masing masing. SL mencekik leher korban sedangkan AR memegang sambil memeluk serta mengigit tubuh korban.tuturnya

Selanjutnya pihak kepolisian terus mendalami kasus tersebut karena di jumpai kejanggalan dan di curigai ada motif lain tentang kematian korban.

Pihak penyidik berkoordinasi dengan keluarga korban sehingga ada kesepakatan untuk menggali kembali kubur korban guna dilakukan autopsi.terang ivan.

Hasil atopsi terungkap fakta bahwa kematian korban akibat adanya tindakan kekerasan yang di alami korban (almarhum).

Dari hasil penyelidikan yang dikembangkan sehingga terungkap bahwa kematian korban di bunuh oleh kedua pelaku.tandasnya.

Keterangan di hadapan penyidik kedua terduga mengakui membunuh korban karena merasa tidak puas dengan pembagian air irigasi di areal sawah yang mereka garap.

Saat ini kesemua pelaku bersama barang bukti sudah di serahkan ke pihak jaksa penuntut umum untuk di proses sesuai prosudur hukum yang berlaku dan terduga akan di ganjar dengan pasal 338 junto 351 ayat 3,junto 55 KUH pidana,dengan ancaman 15 tahun Penjara. Pungkas Ivan sapaan akrab Kasat reskrim res Dompu.

 

Rdw. Ddo.

Popular