SOROTKEADILAN | Kamis, 23 Januari 2020

Rapat Kerja Fahira Idris, Dengan Menteri Kelautan dan Perikanan, membahas Program Kerja KKP 2020


Sorotkeadilan.com - Jakarta, Hari ini Ibu Fahira Idris, Anggota DPD RI, Raker dengan Edhy Prabowo Menteri Kelautan dan Perikanan, membahas Program Kerja Kementerian Kelautan dan Perikanan Tahun 2020. di kantor KKP Jakarta. Kamis (23/1/2020)

"Melalui berbagai dialog dengan beberapa pemangku kepentingan, saya mendapat informasi bahwasanya ekspor perikanan Indonesia dikenai beragam hambatan nontarif di negara tujuan terutama terkait serifikasi kesehatan hingga karantina. Persoalan sertifikasi kesehatan terletak pada pengurusannya. Dari informasi yang saya dapat mengurus sertifikasi ini biayanya mahal dan tentunya memberatkan bagi para eksportir. Semantara di Karantina persoalannya adalah produk kita sering ditolak ketika sudah masuk dan diperiksa oleh badan karantina negara tujuan, lantaran dinilai tidak memenuhi standar kesehatan atau kebersihan produk makanan. Untuk karantina ini saya melihat memang banyak negara-negara saat ini yang memang sengaja meningkatkan syarat impor dari sisi kesehatan untuk produk perikanan dengan tujuan agar produk perikanan negara lain tidak masuk ke negara mereka. Bagaiman KKP menyikap hal ini." Pertanyaan pertama yang diajukan Hj.  Fahira Idris kepada Mentri KKP.

"Selanjutnya, terkait revisi beberapa permen. Satu yang menarik perhatian saya adalah wacana dari KKP untuk merevisi Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan (Permen KP) No.71/2016 tentang Jalur Penangkapan Ikan dan Penempatan Alat Penangkapan Ikan di Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia. Kenapa menarik, karena ini membuat gelisah nelayan tradisional sekaligus nelayan skala kecil. Kerena Permen No.71 ini untuk melindungi keberlanjutan sumber daya kelautan dan perikanan yang ada di wilayah laut Nusantara. Kami ingin mendapat penjelasan terkait revisi permen ini. Kami ingin penegasan dari Pak Menteri bahwa jika memang benar Permen ini mau direvisi tidak merugikan nelayan tradisional dan menjamin keberlanjutan sumber daya kelautan dan perikanan kita." Peertanyaan kedua dilanjutkan oleh Hj. Fahira Idris dan para Anggota Komite II DPD RI kepada  Pak Edhy Prabowo 

Hj.  Fahira Idris Anggota DPD RI hari ini langsung menyerahkan Kondisi Perikanan dan Kelautan di Provinsi DKI Jakarta kepada Menteri KKP RI Bapak Edhy Prabowo. "Jakarta itu ada Pulau 1000 yang memiliki Potensi Laut yang sangat tinggi, dari sektor Perikanan luas, hingga Wisata Bahari yang potesial di berdayakan."lanjut Fahira.

Sebagai Senator DKI Jakarta semua Kondisi tersebut disampaikan langsung kepada Bapak MKP RI," Karena Para Pemilih Ibu Fahira Idris di Pulau 1000 terbanyak bahkan Pemenang Suara terbesar di Pulau 1000 . Karena itulah, maka Pulau 1000 sudah menjadi Konstituen terbesar Fahira Idris, yuk Ayo bersama Fahira Idris kita bangun Pulau 1000 yang modern, maju Kotanya dan penuh kebahagiaan untuk Warganya."tambah Fahira.

"Beda lainnya di Jakarta Utara, itu wilayahnya banyak tempat Kapal, seperti Muara Baru untuk Kapal Besar dan Kalibaru, Cilincing, Marunda untuk Nelayan Kapal Tradisional. Dan Jangan lupa juga, Pemilih Ibu Fahira Idris juga Profesinya Pengupas Kerang Hijau di Jakut dan Buruh lain-lainnya yg ada didalam sektor Perikanan dan Kelautan. Makanya dari itu, Para Pemilih Ibu Fahira Idris yg kebanyakan Nelayan Tradisional dan itu sangat perlu dijaga, dikawal kebutuhan melautnya dari Kapal, Subsidi Solar, Kartu Nelayan, Dll." Ucap Fahira.

"Yuk untuk di laut jangan mempersulit Nelayan dengan izin-izin yang memberatkan, Nelayan kita harus dijaga dari mulai dirinya dengan Asuransi Nelayan, dan Program pemberdayaan lainnya dari KKP. InsyaAllah Provinsi DKI Jakarta akan semakin kuat dan akan sinergis dengan MKP RI Bapak Edhy Prabowo."kata Fahira.

"Di wilayah daratan lainnya di Selatan, Pusat, Barat, dan Timur memiliki potensi darat yang besar, kita tebar benih ikan, kita perbanyak Biofok, kita ajak masyarakat Makan Ikan dan Program olahan ikan lainnya seperti Bakso Ikan, Nugget, dan lainnya yang bernilai ekonomis tinggi."Pungkas Hj. Fahira Idris selaku Senator,  Anggota DPD RI.

(Diana)

Popular