SOROTKEADILAN | Senin, 13 Januari 2020

Rencana Strategis Oktovianus Missa Membangun Desa Nunleu


Sorot Keadilaan.Com,- Cita-cita pembangunan Desa Nunleu, Kecamatan Amanatun Selatan, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Provinsi NTT periode 2018-2024 dikemas dalam Rencana Strategis (Renstra) Pembangunan Desa Nunleu. Demikian kata kepala Desa Oktavianus Missa yang juga adalah pemangku marga Missa seusai ibadah syukuran Natal Pemerintah Kecamatan Amanatun Selatan, Jumat, 10 Januari 2020 yang bertempat di aula kantor camat.

Dikatakannya bahwa tujuan utama pembangunan desa adalah untuk mewujudkan tercapainya cita-cita bersama seluruh lapisan masyarakat desa.

Sementara di satu sisi pemerintah desa diperhadapkan dengan berbagai kondisi lokal desa yang tidak menguntungkan. Oleh karena itu diperlukan renstra yang berbasis pada kondisi lokal desa Nunleu itu sendiri.

Menurut Okto, Rencana Strategis pembangunan desa Nunleu didasarkan pada tiga pilar pembangunan yakni Pertama, Peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). Kedua, Pembangunan lumbung ekonomi Desa.

Ketiga, Pemberdayaan Masyarakat Desa.
Diuraikannya bahwa pembangunan SDM didasarkan pada kenyataan bahwa sekira 60% masyarakat desa Nunleu masih tergolong buta huruf atau berpendidikan SD atau sederajat saja. Peningkatan SDM ini meliputi bidang Pendidikan dan kesehatan.

Bidang Pendidikan tidak hanya difokuskan semata-mata pendidikan formal saja akan tetapi juga termasuk bagaimana menghadirkan berbagai stok pengetahuan ke desa melalui forum informasi pembangunan, perpustakaan desa dalam rangka gerakan baca buku (gerbaku) dan berbagai kegiatan karang taruna.

Di bidang kesehatan perlu dikembangkan budaya hidup bersih dan dapur hijau serta penanganan stunting sebagai masalah pokok nasional secara menyeluruh.

Dalam melaksanakan program tersebut tentu dibutuhkan berbagai infrastruktur pendukung yang memadai.

Pembangunan lumbung ekonomi Desa dapat dilaksanakan melalui berbagai upaya peningkatan daya produksi pertanian dan aneka potensi asli desa.

Diakuinya bahwa hingga saat ini sebagian besar masyarakatnya yang tergabung dalam kelompok-kelompok tani sudah memiliki ketrampilan dalam mengolah dan mengelola lahan pertanian dan hasil-hasilnya.

Disamping bidang pertanian juga saat ini Desa Nunleu sangat terkenal dengan pembudidayaan tenun ikat dimana cara mewarnai benang menggunakan spesifikasi tehnik yang sangat khas berdasarkan kearifan lokal. Hasil tenun ikat sudah mampu menembus pasar nasional.

Kegiatan tenun ikat ini dipelopori oleh Idaleta Missa yang juga adalah Kader Pemberdayaan Masyarakat (KPM) desa Nunleu. Selain itu pula sudah dikembangkan ketrampilan pertukangan kayu dengan ukiran yang khas motif lokal desa. Kades Okto berharap agar tahun 2020 Bumdes sudah berperan secara maksimal dan optimal untuk menampung dan mengelola penjualan hasil-hasil rakyat.
Okto pun menepis bahwa untuk mencapai suatu pembangunan yang semakin berkualitas tentu tidak saja mengejar pertumbuhan ekonomi semata.

Meski dirinya mengakui bahwa Ia sudah membuat target pendapatan asli desa beberapa tahun ke depan namun saat ini masih sangat diperlukan aneka program pemberdayaan bagi masyarakatnya sehingga ke depan bisa menjamin kesinambungan pembangunan secara berkualitas.
"Saya akui bahwa untuk melaksanakan semua gagasan program ini, saya sangat membutuhkan keterlibatan dan partisipasi seluruh masyarakat dalam seluruh tahapan pembangunan. Rakyat harus tau apa yang dia butuh sehingga dia bisa usul. Tidak cuma usul tetapi harus ikut kerja juga, kan ada HOK (red. Biaya Padat Karya Tunai - PKT). Lalu awasi semua kerja sehingga nanti kita tidak saling mempersalahkan!", tandas Okto.

Ketika ditanya apa saja permasalahan yg dihadapi dalam penyelenggaraan pemerintahan, Kades Okto mengakui bahwa infrastruktur kantor desa belum memadai yakni belum tersedia ruang kerja Pemerintah desa, BPD dan lembaga-lembaga sangat menghambat peningkatan kapasitas dan kualitas aparatur desa.

Kades berharap agar pemerintah bisa membantu pengembangan infrastruktur kantor desa karena kewenangan kepala desa sangat terbatas.
Sementara itu dalam tahun anggaran 2019 program pembangunan yang telah dilaksanakan antara lain Pembangunan jalan sirtu, embung, rumah sehat tipe 35, dan berbagai program pemberdayaan masyarakat.

(Vinzen 12/1/02 )

Popular