SOROTKEADILAN | Senin, 27 April 2020

Viral Dwi Fitria Ambarina Hiasi Pagar Rumah Dengan Sembako Sayuran Di Tengah Wabah Corona


 

Sorotkeadilan.com,- Kota Cimahi Bandung Provinsi Jawa Barat. Dampak Corona atau Covid-19 terus dirasakan oleh berbagai elemen masyarakat. Berbagai kebijakan pemerintah pusat dan daerah terus dilakukan, agar bisa meminimalisir dampak wabah virus Corona atau Pandemi Covid-19.

Seperti Dwi Fitria Ambarina Seorang Guru PNS Di Kota Cimahi Bandung yang terus gelorakan Peduli Dampak Corona dengan menggantungkan sembako dan sayuran, Tertulis dalam Akun Fbnya Dwi Fitria Ambarina;

(Hai, msh semangat diem di rumahnya?

Karena di area bandung, cimahi, kab bandung dsk sedang PSBB, jd tdk memungkinkan saya untuk keluar.
Tapi walau #dirumahaja kita bisa tetap berbuat suatu yg bermanfaat.
Jadilah bbrp hari ini saya bikin aja cantelan di pagar rumah.
Isinya murah meriah aja, tapi bagi mrk yg membutuhkan, ini akan sangat berarti.

Bbrp hari lalu saya baca berita di banten ada warga yg meninggal krn selama 2 hari hanya minum air galon.... ???? karena beliau enggan/mungkin malu untuk meminta2.

Jadi pastikan kita ambil peran dalam wabah ini, jgn sampai ada tetangga kita ada yg kelaparan atau terpaksa mencuri krn tdk punya beras :(

Yuk, coba hias pagar rumah kita masing-masing yuk... nanti boleh tag saya kalau ada yg ikut menghias pagarnya... ????????

Yuk berlomba-lomba dalam kebaikan yuk yuk yuk.....

Coba deh rasain sensasi bahagianya pas #hiasanpagar kita sudah habis ????). Tulisan Dwi Fitria Ambarina dalam akun Fbnya.

Dwi Fitria Ambarina menuturkan pada sorotkeadilan.com melalui Whatsapp, Senin 27/April/2020. Bahwa sengaja sembako dan sayuran itu di gantungkan di pagar rumahnya, untuk memudahkan orang-orang di sekitarnya mengambil. Ada hal yang mendasar dengan kegiatan sosial tersebut, dirinya merasa sedih setelah mendengar dan melihat serta membaca berita sampai ada yang meninggal karena kelaparan.

"Saya sedih pak liat pemberitaan sana sini banyak yang kelaparan, karena kondisi memang tidak memungkinkan untuk mendapat penghasilan seperti biasa.

Biasanya tiap jumat itu saya bergabung di tim SENAR (Sedekah Nasi Rame-rame), berbagi makanan/sembako pada orang yang betul-betul membutuhkan (misalnya yang di pinggir-pinggir jalan, tuna wisma, dsb). Tapi karena kondisi PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) sekarang, jadi semakin sempit ruang geraknya. Akhirnha saya putar otak, gimana caranya tetap bisa berbuat sesuatu untuk sekitar.

Akhirnya tercetuslah ide menggantungkan makanan di pagar, biar siapa saja yang lewat, dan membutuhkan boleh mengambilnya. Gitu Pak." Jelas Dwi Fitria Ambarina Pada Sorotkeadilan.com, Senin 27/04/2020.

Dwi Fitria Ambarina (32) yang tinggal di Komplek Rancabali Jl batu karang H4-A RT 03/02 Kelurahan Pasirkaliki, Kecamatan Cimahi Utara. Kota Cimahi yang bekerja sebagai PNS, guru Bimbingan dan Konseling (BK) di SMAN 4 CIMAHI sangat berharap agar wabah ini cepat berlalu dengan kerja keras bersama antara pemerintah dan masyarakat.

"Harapan ke pemerintah semoga bisa menangani ini smua lebih cepat. Karena kalau soal perut itu gak bisa nunggu ini itu terlalu lama. Kalau harus nunggu sesuai prosedur APBD dan lain lain rasanya urgensi ini perlu didahulukan, baru lakukan penyesuaian.

Saya juga berharap ke masyarakat, patuhi himbauan pemerintah agar tetap di rumah aja. Bagi masyarakat yang berkecukupan, lebih 'aware' lagi sama tetangga sekitar, jangan sampai ada yang kelaparan." Harapnya.

"Respon masyarakat terhadap #hiaspagar ini sangat baik, mereka sangat mendukung, dan senang dengan ide ini. Berharap bisa lebih banyak yang melakukan ini, agar lebih banyak yang tertolong." Sambungnya.

Untuk aksi sosial dengan Hiasi pagar rumah dengan sembako atau sayuran dirinya menggunakan kocek pribadi.

Kegiatan Sosial lainnya selain dengan tim SENAR, dirinya juga sudah melakukan penggalangan donasi untuk pembuatan APD (baju hazmat, masker, sarung tangan medis, dll) untuk tenaga kesehatan. Bantuan itu sudah disalurkan ke kurleb 30 titik RS/puskesmas/klinik.

"Untuk pembuatan APD sumber dananya dari para donatur, sampai saat ini sudah terkumpul Rp 22.270.00. Produksi APD masih berlanjut, bagi yang masih ingin berdonasi untuk pembuatan APD, donasi masih dibuka." Pungkasnya.
Sorotkeadilan.com (ARS)

Popular