SOROTKEADILAN | Rabu, 22 November 2017

Pelaku Home Industri Psikotropika Jenis Extacy di Tangkap dan Diungkap Oleh Polres Metro Jakpus


Sorot Keadilan.Com – Jakarta, Polres Metro Jakarta Pusat berhasil menangkap 3 orang sindikat pengedar Narkotika berjenis ekstasi palsu, dari hasil pemeriksaan diketahui bahwa ekstasi tersebut adalah industri rumahan yang dibuat dengan menggunakan pewarna cat spidol. Giat dilaksanakan di pelataran Mapolres Metro Jakarta Pusat. Rabu (22/11/2016).

 

Kombes Pol Suyudi Ario Seto,SH.,S.I.K., selaku Kapolres Metro Jakarta Pusat,  menjelaskan,”Ketiga orang tersebut memiliki peran yang berbeda beda. UDA merupakan pembuat ekstasi palsu, NS yang bertugas mengedarkan, dan IN, alias Jack juga bertugas mengedarkan ekstasi palsu di beberapa tempat hiburan malam di kawasan Jakarta Barat dan Jakarta Pusat. Adapun pengungkapan tersebut bermula saat Satuan Reserse Narkoba Polres Metro Jakarta Pusat melakukan penangkapan tersangka IN alias Jack di sebuah tempat karaoke di bilangan Jakarta Pusat, pada Minggu (19/11) kemarin.”ujarnya.

 

“Sedangkan Petugas yang melakukan undercover buying (pembelian terselubung), ketika menemukan bukti, langsung dilakukan penangkapan pada tersangka Jack, Adapun barang bukti yang disita dari tersangka Jack berupa paket sabu serta 10 butir ekstasi. Tersangka mengaku bahwa narkoba jenis sabu tersebut didapat dari Wily (DPO), sedangkan 10 butir ekstasi palsu didapat dari tangan NS.” ungkapnya

 

“Kemudian setelah itu pihaknya melakukan penelusuran dan mengamankan NS beserta UDA yang merupakan otak pembuat ekstasi palsu pada Senin (20/11). NS diamankan di Apartemen Mediterania dan UDA di Jalan Kampung Rawa Sawah, Johar Baru. Dari pengakuan Uda, dia meracik ekstasi palsu secara sederhana. Setelah obat-obat digerus, diwarnai kemudian diwarnai, terkadang dicampurkan metamin. Bahannya dari 3 obat warung, spidol dan baut-baut yang berfungsi sebagai cetakan,” tambahnya.

 

Dari hasil keterangan 3 orang tersebut, dalam sehari mereka bisa memproduksi sebanyak 10 ekstasi palsu yang sebutirnya dijual sebesar Rp 300-200 ribu. Mereka mengaku sudah memiliki pelanggan tetap sehingga tak banyak memproduksi ekstasi palsu.

 

“Efeknya sendiri tidak ada. Bahasa mereka enggak ngangkat atau kurang on. Industri ini sendiri sudah beroperasi sejak 2 bulan yang lalu. Atas perbuatannya, ketiga tersangka diancam dengan Pasal 114 ayat 2 subsider Pasal 112 ayat 2 UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman kurungan penjara paling lama 10 tahun.”Pungkasnya.

 

(Diana)

Popular