SOROTKEADILAN | Jum`at, 27 Desember 2019

Gedung Kantor PKB Kedaung Angke Selalu Ada Cara ‘Kreatif’ Melakukan Korupsi Dan Nepotisme (KKN)


Sorot Keadilaan.Com,- Indonesia menerapkan lelang elektronik untuk pengadaan barang dan jasa, lebih dari sepuluh tahun. Tujuan nya menekan kolusi, korupsi dan Nepotisme ( KKN) Namun selalu ada cara ” Kreatif” bagi pelaku korupsi untuk mengakali sistem itu.

perubahan dari manual ke elektronik tidak serta merta mampu menjadikan pengadaan Barang /jasa terbebas dari penyakit akut bernama KKN yang menjakit bangsa ini.
Berbagai perubahan yang telah dilakukan baik pemerintah pusat maupun pemerintah daerah tidak semuanya mengecewakan .tapi faktanya mendapat predikat kedua dalam kasus korupsi di indonesia menandakan masih banyak yang harus dievaluasi.


Dari agenda besar pengadaan barang/jasa di indonesia lantas kenapa kita merasa perlu dan penting untuk perduli terhadap pengadaan barang/jasa di indonesia.
karen pengadaan barang-jasa sangat berkontrusi besar terhadap penyerapan APBN dan APBD.

"Jadi siapa pun yang mengaku berwarga Negara Indonesia wajib hukum nya perduli terhadap barang/jasa pemerintah," ungkap Krisna DK selaku Ketua Umum LSM IBM kepada Sorotkeadilan.com di Jakarta, Jumat (27/12/2019).

Sepertinya hal proses pengadaan barang/jasa pada paket pemeliharaan Gedung kantor Tahun 2019 di satuan kerja unit pengelola pengujian kendaran Bermotor kedaung angke dengan nilai pagu Rp.1.252.036.572,00,-Dan nilai HPS RP. 1.524.534.963,33,-Pemenang lelang PT.PMU. namun pada proses lelang rehap berat Gedung sekolah pada kurun waktu jadwal/ tahap lelang yang bersamaan PT.PMU. ikut sebagai penyedia dan hasil evaluasi menyatakan PT.PMU bisa melenggang menjadi pemenang lelang?

Disinilah patut diduga telah terjadi persekongkolan vertical terkait sistem lelang elektronik yang terindikasi melibatkan aparatur pemerintah dugaan tersebut yang diterapkan antara lain menetapkan syarat diskriminatif yang hanya bisa dipenihui. oleh perusahaan tertentu.

"Patut diduga petugas lelang atau Pokja membocorkan detail pengadaan hanya kepada satu perusahaan yang akan dimenangkan," tandas Krisna DK.

(Arman)

Popular