SOROTKEADILAN | Selasa, 14 Januari 2020

Kemana Anggarannya Desa Bojong Galing Di Kerumuni Warganya.


Sorot Keadilaan.Com,- Sukabumi, Petugas Rukun Tetangga (RT) dan Rukun Warga (RW), Linmas dan Kader Posyandu mendatangi kantor Desa Bojong Galing Kecamatan Bantargadung Kabupaten Sukabumi, Mereka datang untuk meminta kejelasan terkait insentif yang belum diterima. Selasa (14/01/2020).

Kedatangan para ketua RT ,RW ,Kader posyandu dan linmas ini diterima langsung oleh Kepala Desa Bojong galing Ahmad Ramdhan yang didampingi Babinmas, Babinsa, dan jajaran Kecamatan Bantargadung.

Kedatangan ujung tombak pelayanan masyarakat ini didorong belum diterimanya insentif tahadap mereka yang dimana anggaran yang telah di janjikan tanggal 30 desember 2019 sudah di cairkan. tapi, belum di berikan, dan sekaligus mempertanyakan anggaran pembangunan yang masih ada dan belum terselesaikan. Dikemanakan anggarannya? ungkap Salah satu perwakilan yang hadir di kantor desa Bojong galing tersebut.

"Kami datang hanya untuk mempertanyakan, mengapa sampai saat ini kita tidak menerima honor atau insentif yang telah dijanjikan. Ini sudah lewat tahun 2019 belum juga di berikan.

Wargapun ingin mendengar kejelasan dari Kepala Desa, dan jika tidak bisa menjelaskan maka warga akan mengajukan untuk di berhentikan jabatan kepala desanya". Ungkap Abud Perwakilan RT dan RW serta lainnya yang pada waktu itu berkumpul di kantor Desa Bojong Galing.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Desa Bojong Galingpun menanggapinya dan menyampaikan dengan singkat atas keluhan para RT dan RWnya serta Kader Posyandu dan Linmas serta lainnya.

"Bahwa segala bentuk permasalahan pasti ada jalan keluarnya". Terang Ahmad Ramdhan selaku Kades Bojong Galing dalam forum tersebut.

Sementara itu ditempat yang sama Asep selaku Kepala seksi pemerintahan Kecamatan pun menjelaskan bahwa total anggaran yang belum diterapkan dan harus di kembalikan itu dari total anggaran 2017 s/d 2019 kurang lebih sekitar Rp. 210 juta, pihak Desa sudah berjanji akan mengembalikan uang tersebut.

"Namun baru ada uang Rp. 75 juta, tapi Desa akan setor sekitar Rp. 90 juta sebagai tanda ganti Rugi (TGR), akan tetapi, ternyata yang Rp. 90 juta pun belum dikembalikan sesuai dengan janjinya.

itupun diawali adanya hasil temuan dari inspektorat, ternyata masih ada kekurangan-kekurangan anggaran pembangunan yang belum di selesaikan". Beber Asep Selaku Kepala Seksi Pemerintahan Kecamatan Bantar gadung pada forum tersebut.

Sedangkan saat dikonfirmasi langsung oleh sorotkeadilan.com kepada Ketua BPD. Menurut Ketua BPD yang juga ikut hadir dalam musyawarah tersebut mengatakan. Bahwa dirinya didatangi para RT dan RW dan linmas kerumahnya malam tadi.

"Yang dimana kedatangan mereka tersebut menginginkan kejelasan terkait masalah insentif dan keterbukaan dari Pemerintah Desa.

Lalu mereka semua sepakat untuk bersama sama mendatangi kantor Desa Bojong Galing. kami selaku kepala BPD mengikuti apa yang jadi keluhan atau keinginan selama itu jelas adanya." Terang Ketua BPD Desa Bojong Galing. Pada media sorotkeadilan.com.

Lebih lanjut Ketua BPD menjelaskan. "Kami juga dari BPD (Badan Permusyawaratan Desa), sangat menyayangkan terhadap pemerintah Desa Bojong Galing yang dimana setiap tahun kami tidak pernah memegang berkas kaitan anggaran dana desa. Yang seharusnya Pemerintah Desa memberikan segala bentuk baik LPJ ,RKPDES yang perlu kami ketahui dan pantau sesuai fungsinya, karena hal demikian ini juga menjadi salah satu acuan dari BPD untuk mendatangi bersama-sama guna meminta kejelasan dan keterbukaannya". Pungkas ketua BPD Musyahidan.
(Ardiansyah/ARS).

Popular