SOROTKEADILAN | Kamis, 23 Januari 2020

Mantan Jampidsus Diduga Kuat Menerima Suap, KAKI Desak Segera Periksa Kembali Mukmin Ali Gunawan


Sorot Keadilan.com - Jakarta,  Berkas kasus tindak pidana korupsi ditangani Kejagung semenjak tahun 2015 terkait perkara tindak korupsi penjualan hak tagih (cassie) P.T BTN di Badan Penyehatan Perbankan Nasional yang melibatkan P.T Victoria Securities International Corporation (VSIC) dan menjerat Syafruddin Temenggung sebagai tersangka (TSK), bersama Analis Kredit BPPN Harianto Tanudjaja dan Komisaris PT VSIC Suzana Tanojo dan Rita Rosela selaku Direksi PT VSIC. Jakarta, Kamis (23/1)

Sementara, sejak ditetapkan sebagai TSK pada 2016, Harianto Tanudjaja, Suzana Tanojo, dan Rita Roselatiga diduga melarikan diri ke luar negeri, bahkan pihak Kejaksaan pun mewacanakan mengadili ketiganya secara in absentia.

Di lokasi, sebutlah, Agus perwakilan dari Komite Anti Korupsi Indonesia menyerukan,"Bank Panin kala itu bilangnya bangkrut, namun ternyata sehat. Akhirnya uang negara untuk kesejahteraan malah habis dicolong mereka," lontarnya saat orasi di depan Gedung Bundar Kejagung jalan Sultan Hasanuddin Kramat Pela Jakarta Selatan. Selasa (14/1)

Dalam hal ini, BPPN sebagai badan milik negara, hal itu mestinya tidak bisa dibiarkan. Soalnya, nanti bakal ada bank kecil yang akan meminjam juga di BPPN pura pura bangkrut , namun ternyata memainkan di Luar Negeri, tukasnya.

"Kasus ini sudah Mangkrak selama 3 Tahun untuk dibawa ke Meja Hijau padahal semua Tersangka semua ada diIndonesia. Mengapa pihak Kejaksaan Agung terkesan membiarkan kasus Ali Gunawan ?," ungkapnya.

Selain keempat TSK itu, padahal Mukmin Ali Gunawan juga sempat diincar Kejagung. Ia dicegah ke luar negeri selama satu tahun pada Februari 2016 sampai Februari 2017. Hingga pencegahannya dicabut, lantaran status Mukmin masih sebagai saksi. Diduga kuat Mukmin Ali Gunawan sangat punya hubungan yang kuat dengan PT VSIC dan dihentikan penyelidiknnya.

Nampak di lokasi, puluhan pengunjuk rasa perwakilan KAKI saat aksi di depan pelataran gedung Kejaksaan Agung RI turut pula membentangkan spanduk bertuliskan,'Tangkap dan Adili Ke Meja Hijau Suzanna Tanoyo CS, Mereka di Jakarta Loh Pak Jaksa Agung','Periksa Kembali Mukmin Ali Gunawan'.

Oleh karena itu, Komite Anti Korupsi Indonesia (KAKI) melakukan aksi delegasi ke Jaksa Agung meminta segera menangkap para buronan Korupsi Cassie Victoria yang kini di Indonesia dibawa ke Meja Hijau serta memeriksa kembali Mukmin Ali Gunawan pemilik Bank Panin supaya berkas ke 'Meja Hijau' makin lengkap.

Kami menyikapi Jaksa Agung untuk membuka kembali kasus untuk di meja hijau kan, karena mereka-lah konsultan Keuangan P.T Panin Bank. Kejaksaan Agung (Kejagung) harus tetap memburu saksi yang diduga menjadi otak dalam kasu? dugaan korupsi penjualan hak tagih utang (Cessie) PT Adyesta Ciptatama (AC) di Bank BTN pada BPPN kepada PT Victoria Securities Internasional Corporation (VSIC), tukasnya.

Mukmin dicekal pertama kali pada Februari 2016. Lalu September 2016, cekal kedua dilakukan hingga Maret 2017. Sesuai UU Kemigrasian, cekal hanya berlangsung satu tahun. Pencegahan hanya dapat dilakukan terhadap tersangka dan/atau orang yang diduga kuat terlibat tindak pidana.

"Maka itulah Kejaksaan Agung harus kembali memeriksa Mukmin Ali Gunawan dalam kasus ini. Karena dugaan kuat keterkaitan Mukmin dengan ketiga orang yang telah jadi tersangka saat berstatus buron," jelasnya.

Adapun, ketiga tersangka lain yakni mantan Kepala Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) Syafruddin Temenggung, mantan Analis Kredit BPPN Haryanto Tanudjaja dan dua orang Pengurus PT Victoria Sekuritas Indonesia (VSI) Suzana Tanojo dan Rita Rosela. Mereka semua adalah tersangka kasus Victoria atau kasus penjualan cessie PT Adyesta Ciptatama (AC).

"Hampir 5 tahun Kejagung tidak bisa membawa kasus ini ke meja hijau, hingga Kejaksaan Agung akan melakukan sidang  in absentia terhadap tersangka itu. Namun kini ketiga tersangka tersebut ada di Indonesia," beber Arifin, Ketua Umum KAKI

"Karena itu Komite Anti Korupsi Indonesia mendesak untuk meyeret ketiga tersangka yang buron untuk di bawah ke Meja hijau kan. Dan tak perlu melakukan pengadilan secara in absentia," ujar Arifin.

"Makraknya kasus ini diduga ada aliran dana ke oknum Kejaksaan, hingga
sengaja mereka melakukan menghalangi agar kasus ini tersingkir. Mantan Jampidsus, Adi Toegarisman nampak masuk angin diduga kuat menerima suap," tudingnya memungkas.

Popular