SOROTKEADILAN | Kamis, 19 November 2020

Unit PPA SAT Reskrim Polres Metro Jakut Ungkap Kasus Persetubuhan Oleh Guru Silat



Sorotkeadilan.com - Jakarta Utara, Polres Metro Jakarta Utara gelar konferensi pers tentang pengungkapan kasus PERSETUBUHAN YANG DI LAKUKAN GURU SILAT OLEH UNIT PPA SAT RESKRIM POLRES METRO JAKARTA UTARA, kegiatan di Pimpin oleh bapak Kapolres Metro Jakarta Utara KOMBES POL SUDJARWOKO S.H., S.IK., M.H. dan di dampingi oleh Kasat Reskrim polres metro Jakarta Utara KOMPOL WIRDHANTO HADICAKSONO, S.iK., M.Si. beserta anggotanya, dan Personil Polres Jakarta Utara di Lobby lantai dua Polres metro Jakarta Utara, Kamis (19/11/2020).

 

KOMBES POL SUDJARWOKO S.H., S.IK., M.H. memberi arahan kepada awak media,"Selamat siang Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh salam sejahtera untuk kita semua yang saya hormati Bapak Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Utara yang saya hormati rekan-rekan awak media Polres Metro Jakarta Utara sekalian pada hari ini kami akan melaksanakan rilis terkait perkara persetubuhan terhadap anak yang dilakukan oleh pelatih pencak silat hari dan tanggal kejadian sekitar bulan September tahun lalu tahun 2019 pada jam 14 WIB korban nya ada 2 orang, dengan inisial f w berusia 18 tahun pelajar dan satu lagi AFF 14 tahun pelajar,  pelaku dengan inisial n k usia 40 tahun pekerjaan guru silat Barang bukti yang kita kumpulkan diantaranya 1 visum et repertum kemudian pakaian silat dari korban-korban 1 dan korban 2 termasuk pakaian dalam pakaian dalam dari kedua korban."jelas kapolres.

"Kronologis kejadian guru silat ini memberikan iming-iming kepada kedua korban yang merupakan muridnya dalam perguruan pencak silat tersebut. iming-iming atau lain yang pertama apabila kedua murid ini akan menyempurnakan ilmunya maka kedua korban harus menuruti Apa yang diperintahkan oleh gurunya."tambahnya.

Lanjut Kapolres,"jika tidak maka korban ini ditakut-takuti akan mengalami kesurupan yang akan masuk adalah rohnya Embah Gimbal dan apabila semua permintaan yang di sampaikan oleh guru silat ini dipenuhi salah satunya adalah mengecek keperawanan Maka konsekuensinya nanti apabila sudah disuguhi berkali-kali keperawanan itu bisa kembali seperti sedia kala. Sehingga perbuatan ini dilakukan berulang-ulang kali oleh tersangka NK menurut Pengakuan dari tersangka sudah lebih dari 10 m dilakukan terhadap kedua korban ini."ujar Sudjarwoko.kemudian

Kasat Reskrim bersama unit PPA berhasil melakukan penangkapan terhadap tersangka ini Berdasarkan informasi dari masyarakat dan orangtua korban yang membuat laporan ke Polres Metro Jakarta Utara sehingga kami melakukan proses penyelidikan, dimana dengan ancaman pasal yaitu pasal 81 undang-undang RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas undang-undang RI nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman kurungan 15 tahun penjara.

Seluruh kegiatan konferensi pers tentang pengungkapan kasus. dilaksanakan dengan baik dan berjalan kondusif.

(Diana)

Popular