SOROTKEADILAN | Rabu, 02 Oktober 2019

KESAKTIAN PANCASILA DALAM MATA MILENIAL


Jakarta - Sorotkeadilan.com

KESAKTIAN PANCASILA DALAM MATA MILENIAL

Oleh: A. Ruslan. S (Mata Sosial)


Pada tanggal 1 Oktober setiap tahunnya diperingati sebagai hari Kesaktian Pancasila Republik Indonesia. Pancasila merupakan landasan dasar Bangsa dan Negara Republik Indonesia. Kesaktian Pancasila ini pun diuji, dimana situasi saat itu bangsa dan negara kita sedang di rorong-rong oleh "syahwat" PKI (Partai Komunis Indonesia). Negara Kesatuan Republik Indonesia mampu melepaskan diri dari pemberontakan yang disebut dengan istilah G30S/PKI yang menewaskan banyak jendral-jendral yang terbaik bagi negara dan bangsa ini. Dengan semangat dasar dan falsafah Pancasila, pembrontakan itu bisa diatasi sehingga negara tidak banyak "kecolongan" jendral jendral terbaik lainnya.

Segenting apapun situasi Negara Republik Indinesia selalu bisa diatasi dengan semangat juang dan nilai-nilai Pancasila dimana yang pada intinya sebagai pandangan dasar untuk mempererat persatuan dan kesatuan negara ini. Dan tentunya ini juga tidak terlepas dari pertolongan Tuhan Yang Maha Esa pastinya.

Kesaktian Pancasila menurut hemat Mata Sosial adalah sebagai rumusan atau formula menjadi sebuah konsep tatatan kenegaraan dalam menjalankan roda kenegaraan serta sekaligus menjaga dan menyelamatkan Negara Republik Indoneaia dari berbagai ancaman-ancaman yang bisa melumpuhkan dan menggerogoti baik dari dalam atau dari luar negeri itu sendiri. dengan poin-poin yang tertuang dalam setiap Sila Pancasila.

1. Ketuhanan Yang Maha Esa
2. Kemanusiaan yang Adil dan Beradab
3. Persatuan Indonesia
4. Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan
5. Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia.


Dengan lima sila ini atau lima jurus sakti ini Relublik Indonesia tetap menjadi Negara Kesatuan yang kokoh,kuat dan tidak mudah terprovokasi dengan isu-isu yang bisa menyebabkan banyak perpecahan dan pertikaian. Indonesia tetap menjung-jung nilai-nilai persatuan dan kesatuan yang didasari keimanan kepada Tuhan Yang Maha Esa.


Berbagai konflik nasional atau internasional pada era Milineal ini yang begitu sakti dengan cepat transformasi informasi juga menjadi salah satu sumber terjadinya sebuh isu. Isu yang sengaja di desain untuk sebuah peradaban yang lebih baik atupun bahkan sebaliknya seperti produksi produksi isu yang bersifat Hox, finah, adu domba yang didesain khusus untuk memicu perpecahan dengan tujuan berbagai kepentingan misalnya.

Kalau diumpamakan benda-benda pusaka di jaman melenial ini seperti smart phon, pc, dan alat komunikasi lainnya yang dari berbagai kelas dan mengandung khodam atau kekuatan goib seperti kuwota atau jaringan internet yang bisa menembus berbagai lapisan kehidupan sosial budaya dalam Berbangsa dan ber Negara.


Istilah milenial ini sudah tidak asing lagi menjadi sebuah nama atau istilah yang melekat dan sering disebut-sebut seperti kalimah mantra. William Strauss dengan Neil Howe dalam beberapa bukunya menuliskan istilah penamaan pada generasi Milinela yang begitu akrab kita semua dengan sebutan itu. Konsumsi digital pun sudah tak terbendung lagi di era ini.

Di era melenial ini tentu sangat penting sekali untuk terus mensosialisasikan dan menumbuh kembangkan nilai-nilai Pancasaila kepada generasi kita dari sejak dini. Agar generasi kita bisa mengenali dan mengaplikasikan pancasila sebagai landasan dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan seutuhnya dalam kehidupan sehari-hari. Peran yang sangat strategis ini merupakan pandangan Bangsa dalam mengaplikasikan pada keadaan kehidupan pemerintah baik dari sisi universal atau pada gerbang-berbang inti seperti ideologi, Sosial Budaya, Ekonomi, politik, dan Keamanan serta Ketahanan negara.

Dalam hal ini perlu adanya
Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila atau Eka Prasetya Pancakarsa, sebagai akar atau benih yang akan menumbuhkan dan mengembangkan sistem-sitem pancasila sehingga menjadi sebuah pondasi yang kuat untuk terus menjaga Ke Bhinekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia ini. Semua sistem itu menjalankan roda dan fungsinya masing-masing untuk keharomonisan dan bersinergi dengan berbagai elemen dan menuju sebuah puncak kelestarian persatuan dan kesatuan Bangsa dan Negara Indonesia yang kita cintai.

Kesaktian Pancasila juga bisa jadi merupakan sebuah wujud tatanan kehidupan di abad ini yang terus mendorong pada sebuah kehidupan milenial yang dimana akan banyak dampak-dampak dari perkembangan zaman ini. Baik itu dampak positif atau dampak negatif, semua bisa terkontrol oleh sistem atau perangkat Pancasila. Sehingga apapun bentuk perubahan zaman itu sendiri peran Pancasila akan terus berada pada posisi terpenting.

Konsekwensi yang mau tidak mau harus diterima oleh Negara Indonesia dari pengaruh Milenial atau Era Global ini. Akan menjadi sebuah ancaman besar yang akan melunturkan, merontokan, dan bisa merusak total sistem atau nilai-nilai kehidupan sosial yang berbangsa dan bernegara ini. Semua sendi akan diserang untuk melumpuhkan kehidupan generasi Bangsa ini dengan berbagai "pemanis" perubahan zaman ini yang semakin serba informatif. Mudahnya akses informasi dari berbagai penjuru dunia baik melalui media sosial atau berbagai aplikasi lain yang bisa sangat cepat merubah pola pandang kehidupan secara universal.

Disamping itu dampak positif pun tentu didapat dan merupakan peluang yang sangat besar untuk meraih kesuksesan dan peningkatan kualitas kehidupan dengan berbagai fasilitas yang serba canggih dan siap "melayani". Seperti tercapainya kemudahan-kemudahan dari berbagai sektor perbankan atau keuangan, transportasi, serta aplikasi aplikasi lain yang sangat memanjakan dan memudahkan penggunanya.

Dari semua konsekwensi atau dampak ini bisa di kontrol atau dikendalikan dengan tetap berpijak pada nilai-nilai Pancasila dari tatanan sistem kehidupan dalam Berbangsa dan ber Negara. Agar kita tidak terjebak dalam fatamorgana dan perubahan zaman ini.
Jika kita tetap mengaplikasikan nilai-nilai Pancasila sebagai landasan Negara Kesatuan Republik Indonesia ini. Kita pasti akan tetap menjadi generasi Milenial yang sakti dalam artian tidak mudah terpancing, terprovokasi dan tidak terpecah belah oleh siatem apapun.

Generasi milenial yang sakti juga adalah generasi yang terus mengjarkan dan memberikan contoh-contoh dalam menebar kebaikan dan kedamaian, yang terus berbagi dan peduli pada sesama dengan saling menghormati sehingga jalannya logika, etika, estetika dalam kehidupan sosial. generasi yang terus menjun-jung tinggi nilai-nilai ke Tuhanan Yang Maha Esa sehingga kerangka dalam kontruksi tatanan perdaban ini menjadi lebih kokoh dan terpercaya serta teruji dan handal dalam berbagai situasi.

Musuh Pancasila saat ini adalah Hoak atau fitnah serta adu domba yang dimana virus-virus ini harus di proteksi dengan siststem antivirus yang super kuat. Yaitu sistem dan nilai-nilai Pancasila dalam tatanan berbangsa dan bernegara. Agar generasi kita tidak dicekoki untuk mengkonsumsi virus-virus tersebut. Jadilah generasi Milenial yang sakti untuk NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia).

similar news

Apel Rakyat ‘’Indonesia Membangun Desa’’

Tegal-Sorotkeadilan.com, Dari isi Visi Indonesia yang disampaikan oleh presiden Jokowi Dodo kita dari PosRaya (Posko Relawan Rakyat) suatu organisasi Relawan Strategis pada saat pilpres 2019, terge...

Lintas Padepokan TTKDH, Milad 66 Tahun PS TTKDH 

Lintas Padepokan TTKDH, Milad 66 Tahun PS TTKDH Sorotkeadilan.com Dalam Rangka merayakan dan memeriahkan hari ulang tahun Republik Indonesia Ke 74 Tahun serta Milad PS TTK...

Menelisik Penggunaan Dana Desa Patani Takalar, Ratusan Juta Jadi Temuan Korupsi ? 

Menelisik Penggunaan Dana Desa Patani Takalar, Ratusan Juta Jadi Temuan Korupsi ? Takalar - Sorotkeadikan.com. Desa Patani yang merupakan salah satu wilayah di...

Turnamen Putsal HUT Persatuan Jaksa Indonesia (PJI) Resmi Ditutup, PJI Sumsel Pemenang Pertama.

Jakarta-Sorotkeadilan.com JaksaAgung Muda Intelijen Dr. Jan Maringka menyampaikan Futsal membutuhkan kekuatan dan kebersaamaan, karena tidak saja kemampuan perorangan yang ditonjolkan namun ...

Popular