SOROTKEADILAN | Kamis, 22 Oktober 2020

Lalai Pengawasan Proyek Lsm Forcin minta kemetrian PUPR mencopot kepala balai bina marga wilayah lV


Sorot Keadilan.Com,- Jambi, Lembaga Swadaya Masyarakat Forum Rakyat Cinta Negeri (lsm forcin) Rabu (21)10/2020) mengelar aksi unjuk rasa di Kantor Kementerian PU PR Jakarta.

Menuntut pekerjaan Jembatan Gantung (Jamtung) yang di bangun di desa Muara Lati, Kabupaten Sarolangun yang menggunakan anggaran APBN Bagian Direktorat Jenderal Bina Marga Balai Pelaksanaan Wilayah IV Provinsi Jambi Tahun anggaran 2020 dengan pagu anggaran Rp 3.457.641.000.


Julius mengatakan jika pekerjaan Jamtung tersebut saat ini sudah berjalan 75 Hari Kerja, tetapi dari data yang didapat dilapangan, hasil nya diduga baru 22% pekerjaan, ini akibat pengawasan kurang dan investigasi oleh tim lsm forcin pekerjaan Jamtung tersebut dinilai di kerjakan tidak sesuai dengan RAB, Bahkan mirisnya lagi para pekerja kabur dan diduga gaji pekerja tidak dibayar," kata Julius saat di konfirmasi media ini.


Julius menyebut kan jika pekerjaan masih di lanjutkan oleh PT.Mulia Permai Laksono, maka dipastikan pekerjaan Jamtung tersebut akan mangkrak atau gagal total.


Oleh sebab itulah kami meminta Bapak Kementerian PU PR untuk memutus kontrak kerja pekerjaan Jamtung Muara Lati, tersebut sebut Julius.


Kita juga meminta Kementerian PU PR memutus kontrak kerja dengan perushaan tesebut, serta mem memblacklist perusahaan tersebut.

Kegagalan bisa terjadi akibat akibat tidak ada nya pengawasan dari pihak balai pelaksana, untuk itu kami meminta Kementerian PU PR mencopot Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah IV Jambi,PPK, PPTK dan pengawas nya." Sebut Julius,
Menanggapi aksi demo,
Pihak kementrian melalui kasubag bagian dirjen bina marga, akan menindak lanjuti atas laporan lsm, tentu nya sesuai dengan aturan yang ada, kami akan memanggil kepala balai dan kontraktor pelaksana, minta penjelasan dari mereka, minta kepada lsm bersabar kami akan meneruskan ke pimpinan kami, masalah pencopotan kepala balai kita akan ikut mekanisme, begitu juga dengan pemutusan kontrak, nanti kami butuh kajian yang matang, dan kami juga apresiasi dan terima kasi kepada lsm forcin sudah ikut mengawasi pekrjaan yang bersumber dari dana APBN, serta aksi demo secara damai tampa ada anarkis. "pungkasnya.

(dila)

Popular