SOROTKEADILAN | Sabtu, 18 November 2017

Mantan Staff Panwascam : merekrut Joki dan ada pembiaran Panwas Kota waktu pilgub


SorotKeadilan,- Kedatangan bebrapa orang dari mantan PTPS (Pengawas Tempat Pemunguan Suara) hari Jumat siang pukul dua tanggal 17 bulan November 2017 di kantor sekretarist Panwaslu Jakarta Utara mengutarakan keluhan dan banyak persoalan di penyelenggaraan pemilihan gubernur wakil gubernur lalu.

Merupakan tindak lanjut atas keputusan dan dilantiknya panwaslu kecamatan dan panwaslu kota yang jelas menyisakan perkara lama terkait pelanggaran yang diduga menyalahgunakan dana, yang sebelumnya sudah dilayangkan aduan dan tanggapan masyarakat.

Bongkar pasang staff dibiarkan tanpa mekanisme ketentuan kesekretariatan “merekrut staf administrasi cabutan alias Joki tanpa dibayarkan honornya”, terang  Dian saat dikonfirmasi langsung usai melaporkan di kantor Panwaskota Jakarta Utara,

Ketua Forum Masyarakat Demokrasi Koja,  Sutrisno HS berpandangan adanya pembiaran dan abai terhadap pelanggaran di tubuh panwaslu sehingga tidak tertibnya penyelenggaraan sangat tidak elegan dan di luar dari prinsip penyelenggara pemilu

Kasus ini sudah disampaikan ke divisi SDM Abdul Halim yang juga sebagai ketua komisioner Panwas Kota Jakarta Utara saat itu, tidak ingin disebut namanya mengucapkan tentu kelalaian ini tidak harusnya terjadi karena menyangkut kredibiltas lembaga.

Penjelasan dari salah seorang staff sebut saja irvan yang bekerja selama kurang lebih lima bulan terkait adanya bongkar pasang staff yang tidak lazim, setelah kemunduran dirinya Atm dan tabungan miliknya telah diserahkan ke komisioner panwascam ibu jamilah, Yosi dan diketahui Rini (saat ini komisioner Jakarta Utara) sebagai ketua saat itu, namun kekosongan jabatan staff tidak di proses sehingga dana dalam atm masih berjalan, jelasnya. “staff kayanya sih di isi orangnya ganti ganti ada yang sekitar satu bulan namanya Hasan, ada juga masuk dua hari namanya Sandi ada juga yang ga sampe sebulan namanya Jesika, tegas Sri Budianto bersama Simon yang saat itu menjabat sebagai PPL(Panitia Pengawas Lapangan ). Sehingga dana dalam atm diduga tidak tepat sasaran dan penyalahgunaan, tegasnya lagi. (andi)

similar news

Tingkatkan Pelibatan Laki – laki Demi Tekan AKI ( Angka Kematian Ibu).

Sorotkeadilan.com-Jakarta 18 April 2018. Dalam Press Releasenya, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), memaparkan bahwa hingga Millenium Development Goal’s berakhir...

FORKAMI Goes To Campus :  BERSAMA MENCIPTAKAN PELAUT INDONESIA YANG HANDAL DAN BERWAWASAN KEBANGSAAN

sorotkeadilan.com-Jakarta,Rabu 28/03/18. Program Goes to Campus Forum Komunikasi Maritim Indonesia kali ini dilaksanakan di Kampus Politekni...

Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno Menghadiri Pengukuhan DPD HIPPI Provinsi DKI Jakarta  

Sorotkeadilan.com - Jakarta, Kamis 15 Maret 2018 .Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno hari ini, Kamis 15/03/2018 bertempat di Ruang Balai Agung kantor Gubernur DKI Jak...

DAMN!! I Love Indonesia "Inspired to inspire the Nation”.

Sorot Keadilan.Com - Jakarta, Hampir satu dekade sudah DAMN! I LOVE INDONESIA, konsisten menjalankan visi misinya untuk menyebarkan rasa cinta serta bangga-nya para generasi muda terhadap tana...

Popular