SOROTKEADILAN | Minggu, 06 Oktober 2019

Iman Adinugraha Terapkan Konsep Prabu Siliwangi Dalam Dunia Politik


Sorot Keadilan.Com,- Sukabumi, Politikus asli Palabuhanratu Sukabumi ini, namanya selalu diperhitungan disetiap hajat demokrasi. Iman Adinugra, SE, Akt, CA. Sebagai Bendahara Umum DPW (Dewan Perwakilan Wilayah) Propinsi Jawa Barat Partai Amanat Nasional (PAN) partai besutan Amin Rais. Iman punya strategi-strategi jitu dalam kancah politik, dimana langkah-langkah beliau susah untuk diprediksi oleh lawan-lawan politiknya. Baginya bukan masalah menang atau kalah dalam panggung politik. Tapi, sejauh mana kita bisa memberikan banyak manfaat dan memberikan semangat agar generasi kita dan kader-kadernya lebih "melek" politik.

"Secara Pribadi, ini sudah merasa dan merupakan tanggung jawab sosial bagi saya. Makanya, saya berharap agar generasi kita 'melek' politik, karena politik ini sangat mempengaruhi maju mundurnya situasi bangsa dan negara. Semua tidak lepas dari peta politik. Kalau generasi kita kaku dan buta politik bagai mana bisa mengisi kemerdekaan ini dengan baik dan bijak serta prestasi. Dalam hal secara dasar apapun pasti berkaitan dengan kerangka politik yang dibangun atau dijalankan baik secara individu ataupun organisasi. Maka dari itu saya merasa wajib mengarahkan agar tidak keluar dari rel-rel agama dan landasan dasar Negara Indonesia yaitu Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 (UUD45), dan mengingatkan serta diskusi berbagi pengalaman kepada adik-adik (generasi penerus bangsa dan negara, wabil khusus di daerah saya sendiri Kabupaten Sukabumi agar generasi kita menjadi generasi yang Handal dan kompeten, hal ini tentunya untuk mengembangkan berbagai potensi baik dalam dirinya ataupun potensi-potensi daerahnya, dalam peningkatan kualitas kesejahteraan sosial dilingkungannya. Dan lebih luas lagi terutama bagaimana ikut berperan aktif dalam menjalankan kendali Negeri ini tentunya. Begitupun, secara organisasi dan kepartaian itu sudah menjadi tanggung jawab internal kami. Tentu kami akan melakukan kaderisasi dan membimbing kader-kader kami agar terus bisa terbangun kerangka politik yang sehat, mandiri, religius, nasionalis, cerdas, dan tidak bertentangan dengan falsafah Bangsa dan Negara ini yaitu Pancasila. Serta tidak bertentangan dengan hukum yang berlaku di Negeri yang kita cintai ini yaitu Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Apalagi Jawa Barat ini, kita ini punya falsafah sundanisme yaitu Saling Asah, Saling Asih, Saling Asuh, dari konsep Prabu Siliwangi. Dan hal ini sejalan dengan nilai-nilai Pancasila untuk menjalani kehidupan sosial politik berbangsa dan bernegara." Terang Iman Adinugraha saat ditemui Media Sorot Keadilan di Dapoer Kenari Muara Citeupus Palabuhanratu. 05/Oktober/2019.


Pria yang bersahaja dan kalem ini pernah menjabat sebagai Ketua DPD PAN Kab sukabumi tiga periode dan hjuga pernah menjadi anggota Dewan Kabupaten Sukabumi dua kali berturut-turut, Terlihat jelas pola pemikiran yang Matang dan Bijaksana dalam sosok Iman Adinugraha. Gaya dan sepak terjang yang kalem ini susah untuk ditiru karena beliau punya khas dan karakter tersendiri dalam kancah politik. Serta selalu wellcome sama siapapun untuk sharing dan diskusi. Tak heran jika banyak kaum milenial pun yang sering sharing dan bertukar pikiran dengannya.

Iman Adinugraha tentunya sangat mengenal betul daerah kelahirannya yaitu Palabuhanratu Sukabumi. Menurutnya Palabuhanratu itu punya sejarah yang sangat penting dan mendunia tentunya.


"Saya sangat memahami betul bagai mana agar Palabuhanratu sebagai Ibu Kota Sukabumi ini menjadi sebuah kota yang 'lebih cantik dan mungil' serta mampu menjadikan Ibu Kota Kabupaten yang sangat diperhitungkan kedepannya dengan Konsep-konsep yang menjunjung tinggi nilai-nilai kearifan lokal dan kesejahteraan sosial tentunya. Tidak mungkin Presiden pertama Indonesia. Ir. Soekarno, membangun beberapa tempat istimewa di Palabuhanratu kalau tidak ada maksud dan tujuan jangka panjangnya. Disini ada IP (Istana Presiden) yang berlokasi di Citeupus, ada Ina Samudra Beac Hotel (SBH) atau yang berlokasi di samping Muara Sakawayana Cikakak. Tentu hal ini secara umum merupaka simbol atau pertanda bahwa Palabuhanratu dulunya sebuah kota yang mungil dan diperhitungkan sejak jaman dahulu kala. Apalagi sudah beberapa tahun silam menyandang Ibu Kota Kabupaten Sukabumi, dan juga digandeng dengan Nama Geopark Cileutuh Palabuhanratu. Nah, kita sekarang tinggal meneruskan mau di bawa dan dibuat seperti apa Sukabumi ini. Tentu hal ini menjadi PR (Pekerjaan Rumah) bagi saya sendiri sebagai putra daerah atau bagi Pemerintah Daerah Sukabumi dan PR bagi kita semua tentunya. Semoga generasi-generasi milenial juga terus memberikan masukan-masukan konstruktif dari berbagai bidangnya untuk kemajuan daerah kita semua. Agar sarendek saigel (sepemikiran dan sejalan) berbagai steak holder dan bergandengan tangan untuk menciptakan sebuah kamajuan baik peningkat SDM (Sumber Daya Manusia) atau SDA (Sumber Daya Alam) yang ada, masih kata Iman Adinugraha dengan penuh optimis.


Sekilas singkat tentang Iman Adinugraha yang kami (Sorot Keadilan) rangkum. Iman Adinuhraha lahir pada tanggal 23 Agustus 1972 di Kabupaten Sukabumi tepatnya di Palabuhanratu. Selepas SMA di Palabuhanratu beliau meneruskan belajar ke yogyakarta di UNIVERSITAS TEKNOLOGI YOGYAKARTA mengambil jurusan manajemen akuntansi, hingga meraih beberapa gelar disiplin ilmu yang tersemat dibelakang namanya saat ini. Dari mulai SMP (Sekolah Menengah Pertama) hingga Universitas Beliau aktif diberbagai oraganisasi, baik ormas maupun kepemudaan di KNPI (Komite Nasional Pemuda Indonesia) serta aktif di berbagai organisasi sosial kemanusiaan. Pengalaman organisasi ini dari mulai bawah hingga tingkat nasional dan international beliau geluti. Dan dari mulai tahun 1998 silam memantapkan kiprah politiknya lewat PAN (Partai Amanat Nasional) hingga sekarang ini.


Ketika disinggung tentang PILKADA Sukabumi 2020 nanti. Apakah beliau terjun atau tidaknya? Putra kelahiran palabuhanratu berdarah pajampangan ini menjelaskan bahwa dirinya saat ini hanya menyimak saja dan tidak mau terburu-buru dalam mengambil sebuah keputusan. Walaupun dirinya ramai jadi perbincangan dan digadang-gadang baik di dunia medsos atau di darat oleh para pendukung dan simpatisannya.

"Saya belum tahu. karena PILKADA (Pemilihan Kepala Daerah) masih lama, itu kan 2020 nanti. Yang jelas saya sekarang ini fokus pada konsep-konsep untuk membangun Sukabumi dengan menjunjung tinggi nilai-nilai kearifan lokal dan kesejahteraan sosial bagi warga sukabumi khusunya. Minimal konsep itu bisa saya jalankan dan aplikasikan pada kehidupan saya dulu sebelum saya menjadi pelayan masyarakat luas tentunya. Dan itu tidak bisa dijalankan sendiri, perlu berbagai keterlibatan lapisan masyarakat. Mari kita sama-sama bangun Sukabumi ini dengan Cinta dan ketulusan untuk menuju kedigdayaan daerah kita ini. Kembali soal pilkada saya menyimak dan memantau aja, karena politik itu dinamis jadi tidak mau terburu-buru intinya. Kalau memang saya dianggap bisa memberikan banyak manfaat bagi kehidupan sosial warga kabupaten sukabumi whay not?!. Tapi untuk peran serta membangun Sukabumi tidak mesti ikut di kontestasi Pilkada juga toh?!. Ya kita sama-sama mantau dinamika dan perkembangan politik kabupaten kita. Mari kita sama-sama belajar dari konsep Prabu Siliwangi. Saling Asah, Saling Asih, Saling Asuh (Saling Meng-impropisasi dan mengapresiasi, Saling menyayangi, Saling mengingatkan dan menjaga Silaturahmi) agar demokrasi kita menjadi yang dicintai masyarakat. Aamiin". Pungkasnya.  (Ars)

similar news

Apel Rakyat ‘’Indonesia Membangun Desa’’

Tegal-Sorotkeadilan.com, Dari isi Visi Indonesia yang disampaikan oleh presiden Jokowi Dodo kita dari PosRaya (Posko Relawan Rakyat) suatu organisasi Relawan Strategis pada saat pilpres 2019, terge...

Lintas Padepokan TTKDH, Milad 66 Tahun PS TTKDH 

Lintas Padepokan TTKDH, Milad 66 Tahun PS TTKDH Sorotkeadilan.com Dalam Rangka merayakan dan memeriahkan hari ulang tahun Republik Indonesia Ke 74 Tahun serta Milad PS TTK...

Menelisik Penggunaan Dana Desa Patani Takalar, Ratusan Juta Jadi Temuan Korupsi ? 

Menelisik Penggunaan Dana Desa Patani Takalar, Ratusan Juta Jadi Temuan Korupsi ? Takalar - Sorotkeadikan.com. Desa Patani yang merupakan salah satu wilayah di...

Turnamen Putsal HUT Persatuan Jaksa Indonesia (PJI) Resmi Ditutup, PJI Sumsel Pemenang Pertama.

Jakarta-Sorotkeadilan.com JaksaAgung Muda Intelijen Dr. Jan Maringka menyampaikan Futsal membutuhkan kekuatan dan kebersaamaan, karena tidak saja kemampuan perorangan yang ditonjolkan namun ...

Popular