SOROTKEADILAN | Kamis, 05 November 2020

Perkumpulan Persaudaraan Muslim Internasional Mengutuk Keras Atas Penghinaan Nabi Muhammad.

Presiden PPMI, KH. Hasan Basri Rahman ditengah, sebelah.kanan.Ustadz Abdullah dan sebelah kiri Ustadz.Mukhlis. ( Foto: Darman).

Sorotkeadilan.com - Jakarta

Presiden Perkumpulan Persaudaraan Muslim Internasional (PPMI), KH.Hasan Basri Rahman, hari ini di kawasan Menteng Jakarta Pusat, Kamis, 5/11, mengadakan konferensi pers dalam rangka menyampaikan sikap PPMI terhadap penghinaan Nabi Muhammad dan sikap Presiden Perancis.

PPMI turut mengecam dan mengutuk keras atas penghinaan Nabi Muhammad melalui karikatur yang diterbitkan majalah Charlie Hebdo Perancis serta pernyataan Presiden Perancis yang mengstigma Islam sebagai agama radikal.

"Kami mengutuk keras tindakan pelecehan tersebut yang dilakukan Perancis," kata KH.Hasan Presiden PPMI.

Dia (Macron), lanjutnya, harus mencabut ucapannya dan minta maaf.

"Karena kalau tidak, pasti kami akan melakukan aksi atau reaksi demi mempertahankan aqidah dan simbol kita Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi Wasallam."tegas KH.Hasan.

"Kalau ini berlanjut maka potensi gerakan-gerakan umat Islam di Indonesia akan menjalar ke pelosok-pelosok daerah." imbuhnya.

Dikutip dari Bagikanberita.com Inilah kutipan pidato presiden Emmanuel Macron yang memicu kemarahan umat Islam seluruh dunia:

"Islam adalah agama yang saat ini sedang mengalami krisis di seluruh dunia. Kami tidak hanya melihatnya di negara kami, ini adalah krisis mendalam yang terkait dengan ketegangan antara bentuk-bentuk fundamentalisme, khususnya proyek-proyek keagamaan dan politik yang, seperti yang kami lihat di setiap wilayah di dunia, mengarah pada pengerasan yang sangat kuat, termasuk di negara-negara dimana Islam menjadi agama mayoritas."

"Jadi, dimanapun ada krisis Islam, yang sedang terinfeksi oleh manifestasi radikal ini, dorongan radikal ini dan keinginan untuk menciptakan kembali jihad, yang berarti penghancuran Yang Lain. Proyek untuk kekhalifahan teritorial yang kami lawan di Levant, yang kami perjuangkan di Sahel, dan di mana-mana bentuknya yang paling radikal, kurang lebih berbahaya."

Negara, masih kata KH.Hasan, yang juga mayoritas Islam sangat menyesalkan sikap tersebut.

Didampingi Ketua Dewan Penasehat PPMI, Ustadz Abdullah dan Wakil Presiden PPMI, Ustadz Mukhlis, serta hadir juga beberapa anggota PPMI, KH.Hasan membeberkan bahwa Umat Islam tidak pernah mengusik keyakinan dan agama lain seperti misalnya Yesus Kristus dan sebagainya tapi :

"Kalau Nabi kita diusik pasti kami akan turun." ungkap KH.Hasan.

Disamping itu KH.Hasan yang berdarah Makasar ini turut menyetujui dan mendukung adanya pemboikotan produk- produk Perancis sebagai suatu pembelajaran.

"Kami sudah mencatat produk- produk Perancis dan kami akan menghimbau kepada memboikot produk Perancis agar seluruh umat Islam di dunia, agar menjadi pembelajaran, janganlah menghina Nabi kami, hanya itu yang bisa kami lakukan,"kata KH.Hasan.

"Hormatilah Umat Islam maka kami akan menghormati anda," tutupnya.

(Darman).

 

 

 

Popular