SOROTKEADILAN | Kamis, 11 Februari 2021

Survei LPMM, Elektabilitas Prabowo Menurun Pemilihya Kaum Milenial


 


Sorotkeadilan.com - JAKARTA - Pada pertengahan bulan Januari kisaran tanggal 5 hingga 16 Januari 2021, Lembaga Penelitian Masyarakat Milenium (LPMM) melangsungkan survei terkait pemetakan tingkat keterkenalan dan keterpilihan para tokoh Non Ketua Umum (Ketum) Parpol dan Ketum Parpol, yang mana apabila diminta memilih tokoh manakah yang akan diusung menjadi Capres bila pemilihan presiden di gelar hari ini. Jakarta, Kamis (11/02).


Menurut hasil survey, ungkap Daniel Safnat Paaneah selaku Direktur Eksekutif LPMM sampaikan sedari 1.324 responden, Airlangga Hartarto berada diurutan pertama sebagai Ketum Partai apabila diusung menjadi Capres jika pemilihan Presiden berlangsung hari ini, dengan presentase  29,70 %. Di atas nama Prabowo Subianto yang hanya capai angka 21,70 %, diikuti Agus Harimurti Yudhoyono sebanyak 18,90 %. 


Sementara, nama nama Tokoh Nasional Non Ketum Parpol, mencuat nama Ganjar Pranowo dengan presentase keterpilihan sebesar 11,20%, diijuti Anies Baswedan dengan presentase keterpilihan sebesar 10,30%, lalu Puan Maharani dengan presentase keterpilihan sebesar 9,70%. Sementara, Airlangga Hartarto dengan presentase keterpilihan sebesar  8,40%, Prabowo Subianto dengan presentase keterpilihan sebesar 7,40%.
Agus Harimurti Yudhoyono dengan presentase keterpilihan sebesar 7,10%, Gatot Nurmantyo dengan presentase keterpilihan sebesar 5,30%, Khofifah Indar Parawansa dengan presentase keterpilihan sebesar 5,20%, Sandiaga Uno dengan presentase keterpilihan sebesar 4,20%, lalu Erick Thohir dengan presentase keterpilihan sebesar 4,10%. Megawati Soekarnoputri dengan presentase keterpilihan sebesar 3,60%. La Nyala Mataliti dengan presentase keterpilihan sebesar 3,40%. Ridwal Kamil dengan presentase keterpilihan sebesar 3,30%. Muldoko dengan presentase keterpilihan sebesar 2,90%. Bambang Soesatyo dengan presentase keterpilihan sebesar 2,70%. Sementara, Tokoh-tokoh lainnya sebesar 11,20%.


Di kalangan, para Ketua Umum Partai Politik dalam pencapresan periode tahun 2024.  Dalam hal keterpilihan, nama Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto melejit ke peringkat pertama.


Adapun, Survei ini mengambil sample dipilih secara acak sebanyak 1324 Responden yang mewakili Warga Negara Indonesia dengan survei dilakukan di 420 Kab/Kota Indonesia. Barangtentu, survei ini memiliki margin of error +/-2.7% dengan tingkat Kepercayaan 95 %. Survei dilakukan dengan media saluran telepon untuk mengambil data survei dari 1324 oleh Surveyor yang terlatih, penentuan responden mengunakan metode “Home Location Register”. 
Sebagai tambahan, sedari data data hasil survei didapati bahwa 76,7 % responden memiliki  Kepercayaan tinggi dan rasa optimis kepada pemerintah Jokowi Maruf untuk mengatasi dampak Covid 19 terhadap pemulihan perekonomian dan perlindungan kesehatan masyarakat dari dampak pandemi covid 19. Sedangkan 23,8 % tidak percaya dan pesimis terhadap pemerintah melakukan pemulihan ekonomi dan cara melindungi kesehatan masyarakat dari dampak pandemi.


Ketidakstabilan kondisi perekonomian akibat pandemi COVID-19 makin dirasakan di kehidupan masyarakat Indonesia, khususnya rumah tangga. Dimana, penurunan ekonomi keluarga sebanyak 38,9 % menyatakan pendapatan menurun atau tidak ada pendapatan karena terjadi PHK ditempat bekerjanya serta pemotongan game dan sebanyak 40,7 % karena penurunan penghasilan dari usaha mandiri atau wiraswasta nya. Sementara 20,4 % menyatakan kehilangan pendapatan karena makin minim pekerjaaan serabutan karena dampak pembatasan mobilitas masyarakat.


"Jelas, dalam hal ini menunjukan bahwa akibat PSBB terjadi kontraksi pendapatan karena adanya Pemutusan Hubungan Kerja (PHK), pengurangan gaji, dan penurunan laba usaha," kata Direktur Eksekutif LPMM itu turut menegaskan.


Terkait Fasilitas Program Pemulihan Ekonomi Nasional akibat Pandemi Covid 19 oleh pemerintah seperti fasilitas untuk membantu perekonomi masyarakat dan menekan angka kemiskinan dan pengangguran, serta kondisi ekonomi kembali pulih. Berdasarkan hasil survei menunjukkan sebanyak 34,80 % masyarakat merasa sangat terbantu dengan fasilitas program pemulihan ekonomi yang di berikan pemerintah, 40,20 % merasa terbantu, 10,90 %  tidak merasa terbantu dengan fasilitas dari program tesebut, 11,30 %  menyatakan sangat tidak terbantu dan bahkan 2,8 % mengatakan tidak tahu.


Sehubungan dengan program Vaksinisasi Covid 19, terdapat 88,7 % masyarakat mendukung program Vaksinisasi, sebanyak 7,4 % tidak mendukung, dan sebanyak 3,9 % tidak menjawab. Lalu, survei tentang keyakinan masyarakat terkait perbaikan ekonomi dalam kurun waktu 1 tahun kedepan pada masa Pandemi Covid 19 menunjukkan data 6,2 % mengatakan sangat yakin akan ada perbaikan ekonomi, 51,10% mengatakan yakin, namun terdapat 11,30% mengatakan sangat tidak yakin dan 28,8 % mengatakan tidak yakin, serta 2,60% mengatakan tidak tahu.


Para responden, kala ditanyakan terkait Partai Politik manakah yang akan dipilih jika pemilu di gelar hari ini  pilihan secara spontan /terbuka. Lanjut Direktur Eksekutif LPMM menyampaikan sebanyak 17,3 % memilih PDI-Perjuangan, 16,70% memilih Partai GOLKAR, 8,90 % memilih Nasdem, 8,70 % memilih partai Demokrat, 7,30 % memilih PKB, 5,20% memilih PKS, 5,10%, memilih Gerindra, 3,60 % memilih PAN, 3,10 % memilih PPP, 9,30% memilih parpol lain, dan 14,8 % tidak memilih.


Hasilnya, rada sedikit berbeda saat responden ditanyakan terkait partai politik mana yang akan dipilih jika pemilu di gelar hari ini, namun dalam survei ini respoden diberikan nama nama parpol. "Hasil survei menunjukkan 20,4 % memilih PDI-Perjuangan, 19,7% memilih Partai Golkar 9,10 % memilih Nasdem, 8,80 % memilih partai Demokrat, 7,30 % memilih PKB, 5,50% memilih PKS, 5,30% memilih Gerindra, 3,80 % memilih PAN, 3,30 % memilih PPP, 5,90% memilih parpol lain dan 10,40 % tidak memilih," pungkasnya.

(Red)

Popular