SOROTKEADILAN | Senin, 09 Juli 2018

Gerakan Satu Periode : Kembali Kepada Cita Cita Proklamasi 1945


Sorot Keadilan.Com - Jakarta, Era Kepemimpinan Pemerintahan Jokowi-JK akan berakhir, hampir satu periode kehidupan demokrasi kita mengalami masa-masa suram. Nawacita & Trisakti berubah menjadi slogan tanpa makna. Janji politik tidak bersifat hakiki & malah banyak yg gagal. Kehidupan ekonomi makin memburuk, praktek2 diskriminasi penegakan hukum makin vulgar dilakukan. Kehidupan dinamika kampus yg notabene sbg penjaga moral jg direduksi menjadi penjaga rezim yang gagal mendorong kesejahteraan rakyat Indonesia sebagai mana yg diamanatkan UUD 1945.

Sebagai bukti keberpihakan, kami dari Gerakan Satu Periode  yang merupakan kesatuan berbagai elemen. Konfrensi pers diselenggarakan di  Gedung IJW - Restauran Putra Sriwijaya Lt. 1 Proklamasi No. 91 Menteng-Jakarta Pusat. Senin (9/7/2018).

Sangap Surbakti, mengatakan," Program nawacita seperti yang tertuangdalam visi dan misinya tidak dapat direalisasikan. Rezim jokowi justru menghalangi yang di lakukan oleh Orde Baru, yaitu pembangunan di sandarkan kepada hutang luar negeri."ujar ketua panitia.

"Data Peneliti Institute For Development of Economics and Finance(INDEF) utang luar negeri indonesia terus mengalami kenaikan cukup signifikan sejak tiga tahun terakhir.Hingga saat ini utang luar negeri Indonrsia telah mencapai Rp 7000 triliun, uyang tersebut digunakan dalam rangka menambal defisit anggatan pemerintah. Sementara utang swasta terus berlanjut hingga APBN 2018 bulan Februari menembus angka Rp 4.034,8 triliun dan pada APBN 2018 mencapai Rp 4.772 trilium".ujarnya.

"Kita disini berkumpul sepakat untuk tidak melanjutkan kepemimpinan pemerintahan Jokowi - JK maka kita buat konfrensi ini untuk satu gerakan yaitu Gerakan Satu Periode"tambah  Sangap Surbakti.

Bastian Simanjuntak mengatakan,"Pemerintah Joko mengobral hutang dalam bentuk Surat Berharga Negara (SBN).Jika kepemilikan SBN didominasi oleh asing, maka pemerintah tidak dapat mengendalikan pergerakan pasar. Akibatnya ketika ada penguatan Dollar Amerika terhadap Rupiah, pemerintah tak dapat berbuat banyak kecuali menyalakan pihak eksternal."ujar sebastian.

"Besaran utang luar negeri ini harus menjadi perhatian semua pihak. Khususnya hutang luar negeri uang di gunakan untuk membiayai proyek -proyek infrastruktur di Indonesia. Pembiayaan insfrastruktur melalui utang luar negeri tak selalu berjalan mulus, ada beberapa negara yang gagal bayar atau bangkrut."tutup bastian

 

(Diana).


.

 

 

similar news

Turnamen Putsal HUT Persatuan Jaksa Indonesia (PJI) Resmi Ditutup, PJI Sumsel Pemenang Pertama.

Jakarta-Sorotkeadilan.com JaksaAgung Muda Intelijen Dr. Jan Maringka menyampaikan Futsal membutuhkan kekuatan dan kebersaamaan, karena tidak saja kemampuan perorangan yang ditonjolkan namun ...

"Kenapa Harus Kembali-Kaji Ulang UUD 45, Dulu dan Sekarang?”

"Kenapa Harus Kembali-Kaji Ulang UUD 45, Dulu dan Sekarang?” Sorotkeadilan.com - Jakarta Dalam rangka memperingati 60 tahun Dekrit Presiden 5 Juli 1959, Forum Musyaw...

Dirjen Pertanian Urung Panen Raya  Jagung di Kabupten Dompu

Dompu Sorot Keadilan.com Warga tutup jalan ke lokasi pane raya jagung. Masyarakat sangat kecewa dan menyesalkan ulah segelintir warga Desa S...

KSBSI Gelar Giat Senam Sehat Dan Deklarasi Dukungan For Jokowi – Ma’ruf Amin.

Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia KSBSI Gelar Giat Senam Sehat Dan Deklarasi Dukungan For Jokowi – Ma’ruf Amin. Sorotkeadilan.com - Jakarta24/02. M...

Popular