SOROTKEADILAN | Minggu, 15 Desember 2019

Bangkitkan Semangat Baru Bagi Perempuan Melalui Festival Film, Seni Dan Budaya.


Sorot Keadilaan.Com,- Perusahaan Umum Produksi Film Negara (Perum.PFN) bekerjasama dengan PT. Asuransi Jasa Indonesia (Persero) dan PT. Pesonna Indonesia Jaya menggelar acara yang bertajuk Vital Voices Festival atau Festval Perempuan Dalam Film, Seni Dan Budaya ( VVF / FPFSB ) bertempat di Gedoeng Joeang Jasindo, kawasan kota Taman Fatahillah, Kota Tua, Jakarta Barat.

Acara yang berlangsung 8 hari dari tanggal 7-14 /12/2019 ini dibuka oleh Menteri Ketenagakerjaan, Dra.Hj. Ida Fauziyah, M.Si. yang dalam sambutannya memaparkan fakta dan target kerja Kementerian Ketenagakerjaan dalam kurun 5 tahun kedepan.

"41.340 tenaga kerja kreatif dengan komposisi 72,006 laki-laki dan 27,994 perempuan," kata Ida.

serta menyampaikan harapan agar Festival memberikan kesempatan seluas-luasnya untuk perempuan.

VVF / FPFSB yang menampilkan acara pemutaran film, diskusi film dan Workshop ini berhasil m7emenuhi ekspektasi masyarakat dan mencapai sasaran dimana tercatat hingga hari terakhir 1570 peserta untuk VV Talk, penonton film dan workshop, baik yang mendaftar secara online maupun mendafatar di tempat.

Dalam rilisnya, penyelenggara VVF/FPFSB ini disebutkan ada13 seminar dan 8 workshop yang dilaksanakan secara marathon dengan menghadirkan 24 orang eksekutif top dari berbagai BUMN, Swasta dan LSM dari berbagai sektor / industri.

Ada 14 film yang disumbangkan oleh berbagai perusahaan produksi film antara lain MVP Pictures, King Production, Keana Production & Communications, RA Pictures, PFN, Tabia Film & Winmark Picture, VIU Indonesia, Buddy Buddy Picture, Miles Films, Legacy Pictures, Damn! I Love Indonesia Movies, Oreima Films dan East West Synergy.

Penayangan yang selalu diikuti dengan diskusi film dan hadirkan produser, sutradara, penulis skenario dan pemeran utama ini mendapatkan sambutan hangat yang diluar dugaan tidak hanya menjadi ajang temu fans tapi juga menjadi arena diskusi mendalam dan serius dari masyarakat tentang film itu sendiri, baik proses pembuatannya maupun kontennya.

Film-film yang bintang utamanya adalah Perempuan yang diputar itu diantaranya Mentari Di Ufuk Timur, Rectoverso, 3 Srikandi, Rumput Tetangga, Kuambil Lagi Hatiku, Susi Susanti, Kartini, Ada Apa Dengan Cinta, Bakera Manado dan Pattongko Siri Makassar.

Menurut Direktur Human Capital & General Corporate Jasindo, Sari Suharso, mereka antusias sekali untuk bisa nonton bioskop rakyat ini.

"Kedepannya mungkin kita coba akan pikirkan, apakah mungkin di week end, itu Jumat Sabtu Minggu, kita buka untuk masyarakat dan kita akan evaluasi kira-kira seperti apa sih kedepannya," kata Sari di depan awak media.

"Karena memang kita sudah canangkan beberapa bulan lalu di kementerian BUMN untuk sinergi ketiga BUMN antara Jasindo, PFN dan Pegadaian, PT. Pesonna Indonesia Jaya itu," sambungnya.

Terkait Penggunaan Gedung Tua Sebagai Sarana Untuk dijadikan Bioskop Rakyat ini, Renny Soviahani, Direktur Utama PT. Pesonna Indonesia Jaya, anak perusahaan Pegadaian Pusat mengemukakan : "Ini salah satu yang akan dijadikan gedung bioskop rakyat (Gedung Jasindo), tapi tidak mutlak cuma satu karena BUMN memiliki banyak gedung-gedung tua yang belum terorganisir dengan baik."

Direktur Utama PFN, Judith JN. Dipodiputro mengatakan: "Kami sangat bersemangat dengan keberhasilan festival ini karena sesungguhnya 8 hari ini dijadikan juga ajang studi kelayakan konsep Cafe-Cinema Gedoeng Jasindo sebagai destinasi baru di Kawasan Kota Tua. Dan semakin meneguhkan komitmen sinergi Perum PFN (sebagai penggagas Festival Cafe-Cinema dan Bioskop Rakyat PFN), dengan PT.Jasindo (sebagai pemilik venue/gedung) dan PT. Pesonna Indonesia Jaya (sebagai profesional dalam bidang hospitality dan pemilik The Gade Coffee and Gold)."

"Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini terutama peran perempuan," tutur Maman Wijaya, Kepala Pusat Film Kementerian Pendidikan Dan Kebudayaan mewakili Dirjen Kebudayaan, Irman Halim yang berhalangan hadir menutup kegiatan ini.
(Darman).

Popular