SOROTKEADILAN | Selasa, 22 September 2020

Daeng Herman Tinggalkan Dunia Jalanan Dan Kini Tekuni Dunia Artistik


Sorotkeadilan.com,- Jakarta. Pria kelahiran Makasar ini pada tanggal 01 Mei 1961 silam, tiga tahun terakhir meninggalkan segala kenangan dan romantika serta hingar bingarnya kehidupannya yang dibesarkan dijalanan.

Pria yang akrab disapa Daeng ini blak-blakan kepada Mata Sosial dirinya sudah lama berhenti di jalanan.

Memang butuh waktu yang panjang, sejak resmi menjadi perantau di beberapa kota besar hingga menetap di Ibu kota jakarta sampai sekarang. Kini ia lebih memilih menekuni dunia Artistik.

"Gua sudah lama mundur dari kehidupan jalanan, sudah jenuh, dan pingin menikmati hidup lebih tenang, dan berusaha mendekatkan diri pada Tuhan Yang Maha Kuasa," Kata Daeng, melalui sambungan Whatsapp, Senin 21 September 2020.

Dirinya juga menjelaskan, di usianya yang sudah tidak muda lagi, namun semangatnya tetap muda. Sekarang ini pengen bisa terus memberi manfaat dan kebaikan, baik dengan harta, ide dan pemikiran, serta tenaga.

"Sekecil apapun kebaikan yang bisa kita kerjakan itu adalah hidayah yang Tuhan Maha Kuasa berikan pada kita, saya berpendapat seperti itu," ungkapnya.

Dengan adanya Pandemi Covid-19 ini, dirinya lebih memilih untuk mengikuti anjuran pemerintah dalam menjalankan protokol kesehatan.

"Pandemi ini, mengingatkan saya pribadi kepada Kebersihan itu Sebagian dari Iman," bebernya.

Daeng pun menceritakan kisahnya, hampir beberapa kali sempat mengalami kejadian yang paling parah, dan nyaris nyawanya melayang.

"Sekarang gua memahami arti sabar dan ihlas, karena ketenangan dan kenyaman secara emosional ketika kita mampu bersabar dan ihlas," ucapnya.

Pahit manisnya dan getirnya serta kerasnya hidup di jalanan sudah dirasakan dan cukup baginya untuk memulai kehidupan yang lebih terarah dalam ketenangan.

"Tidak masalah, gua dikatakan lemah, atau ga ada nyali sekarang, karena gua lebih memilih mengalah dan mengolah rasa ini untuk bisa damai dan tenang," ucapnya lagi.

Sudah hampir 3 tahunan ini, gua belajar mengolah rasa, karena dari rasa itu, gua memahami indahnya ketenangan, sambung dia. Tapi tetap kewajiban kita terus jalan dalam mencari nafkah ini, cuma sekarang mungkin agak beda, mudah-mudahan jalan dalam mencari nafkah ini, baik dan benar serta halal.

"Ini ujian, seberapa kuat dan mampu gua bertahan dalam mengolah rasa ini," imbuhnya.

Dulu memang cari uang gampang, namun risikonya juga tidak mudah, saya sudah tidak mau mengenang kebelakang, lebih baik sekarang seperti kata Mata Sosial Yuk Peduli Yuk Berbagi.

"Saat itu, gua berpikir akan mati, biasa lah kenakalan-kenakalan remaja dijalanan jaman dulu, namun Tuhan Yang Maha Kuasa memberikan kesempatan untuk gua hidup dan bertobat, gua dari sejak SD hidup di jalanan, udah cukuplah sudah jenuh," kenangnya.

Jaman sekarang banyak kesempatan untuk bisa hidup lebih maju lagi bagi para kaum milenial, tinggal kemauan dan kerja keras serta sunguh-sungguh dalam mengejar cita-cita.

Perubahan jaman dan teknologi, bisa lebih cepat mendorong kaum milenial pada puncak kesuksesa, baik karir atau usaha.

Ini kesempatan emas, buat generasi kaum melineal ini, hindari Narkotika dan Narkoba, jangan pernah menyentuhnya fokus pada kemajuan dan usaha dalam menggapai kesuksesan, kata Daeng panjang lebar menjelaskan. Dirinya mewanti-wanti agar kaum milenial bisa memanfaatkan kesempatan dalam hal-hal positif dan bermanfaat.

"Jangan sia-siakan masa mudan dan masa depan. Karena kita tidak tahu kapan dan kepada siapa Tuhan meberikan HIDAYAH-NYA.

Jikalau masih ada Orang Tua, banyak-banyak menyayanginya, karena Orang Tua kita itu do'anya bisa tembus langit yang sangat ampuh, kalaupun beliau sudah meninggalkan kita perbanyaklah mengirim do'a padanya," pungkasnya.
Sorotkeadilan.com (ARS).

Popular