SOROTKEADILAN | Jum`at, 16 Februari 2018

HATI-HATI MENGGUNAKAN OBAT PERUSAK HATI


Sorot Keadilan.Com,- Parasetamol adalah obat antipiretik alias penurun panas dan analgesik atau penurun rasa nyeri. Obat yang satu ini merupakan obat yang sangat digunakan pada saat ada gejala influenzae menghadang. Paraetamol (Pct) disamping penurun panas juga sebagai penurun rasa nyeri sehingga semakin menggerogoti banyak penderita pada kasus sakit kepala, sakit, gigi, sakit sendi dan sebagainya. Apalagi dimusim hujan ini bisa jadi merupakan salah satu obat yang paling banyak di konsumsi. Keberadaan parasetamol memang merupakan obat pelarian bagi semua karakter, level ekonomi, cantik tampan, orang tua & anak-anak, muda-mudi dan tua-tua. Tapi semua itu rata-rata terbelenggu pada penggunaan kebodohan secara empiris alias turun temurun akibat ketidak tahuan efek samping obat ini. Korban dari parasetamol ini pada dasarnya yang paling serius adalah efek jangka panjangnya yaitu hepatitis (penyakit hati) sampai pada paling serius yaitu serosis hepatik (degradasi-pengrusakan hati). Berbagai merek obat penurun panas, sakit kepala, batuk pilek serta indikasi-indikasi lain ternyata mengandung bahan baku yang satu ini.
Sekedar diketahui bahwa parasetamol memang merupakan obat potensial dan sangat baik digunakan untuk penurun panas akut dengan dosis sesuai dalam petunjuk pada brosur. Namun penggunaan dengan dosis besar sangat merugikan fungsi hati kita. Walau dalam dosis lasim digunakan dalam pengobatan tapi tetap perlu diingat efek samping yang diakibatkan oleh obat penurun panas dan penurun nyeri ini. Tidak dapat disalahkan, Parasetamol memang dikenal efektif untuk mengurangi nyeri dan demam. Selain itu, relatif aman (misalnya tidak memicu sakit maag dan perdarahan lambung) dan murah pula harganya.
Sayangnya, karena mungkin dianggap “sangat aman”, kelebihan tersebut banyak digembar-gemborkan bahkan menjadi nilai jual suatu produk. Akibatnya, konsumen bisa terlena dan lupa bahwa dibalik setiap obat apapun sesungguhnya ada efek samping yang mengintai. Mulai dari gangguan ringan sampai pada kematian.
Berapa dosis yang berbahaya? Bisa berbeda-beda tergantung usia, berat badan, kondisi pengguna dan lain-lain. Namun, pada umumnya dosis 4.000 mg per hari dianggap sebagai dosis maksimal bagi orang dewasa, sedangkan dosis untuk anak diukur berdasarkan berat badannya. Yang jelas, tentu jauh lebih kecil daripada orang dewasa.
Dosis maksimal sebesar 4.000 mg perhari (24 jam) untuk orang dewasa tampaknya sangat besar. Tapi tanpa kita sadari, dosis sebesar itu bisa saja kita konsumsi. Bayangkan saja, sebagian besar obat panas dan sakit kepala (untuk orang dewasa) berisi Parasetamol dengan kandungan sekitar 500 mg. Bahkan pada saat ini sudah tersedia obat dengan kandungan Parasetamol yang lebih besar daripada 500 mg, misalnya 650 mg. Itu artinya, 4.000 mg akan setara dengan hanya 6-8 butir obat. Bila sakit kepala hebat dan kita mengonsumsi obat tersebut 3-4 kali sehari dan setiap kalinya 2 tablet, maka dosis tersebut akan tercapai bahkan overdosis.
Penting untuk diperhatikan bahwa penderita hepatitis atau gangguan fungsi hati harap gunakan obat yang tidak dieliminasi oleh hati tapi pilih obat yang dieliminasi oleh ginjal. Yang jelas, Pct ini digunakan untuk keselamatan kita semua dengan mengemas hati kita dari rongrongan Pct (Asetaminophen) yang bisa merenggut.

Popular