SOROTKEADILAN | Senin, 21 November 2016

PILGUB DKI DAN ESKALASI POLITIK NASIONAL

Zaenal Mappirewa, S. Kom

Jakarta-sorotkeadilan.com

Jakarta sebagai ibukota negara dan pusat kegiatan perekonomian Indonesia, menjadi rujukan dan acuan untuk daerah lain di Indonesia. Apalagi saat ini DKI Jakarta sedang berproses menjalankan demokrasi untuk mencari pemimpin DKI 1. Partai – partai besar telah memilih Jawara-jawaranya dan telah mengirim ke tengah-tengah masyarakat DKI Jakarta untuk bertarung, menarik dan mengambil simpati masyarakat dengan adu stragegi dan adu program kerja dengan tujuan memperebutkan Kursi kepemimpinan DKI untuk membangun Jakarta 5 tahun kedepan.

                Kolaborasi strategi partai-partai besar seperti PDI Perjuangan, Nasdem, Hanura dan Golkar mengirim Jawara Pasangan Calon Petahana Basuki Tjahaja Purnama alis Ahok – Jarot, PKS dan Gerindra duetkan dari Background Akademisi - pengusaha yaitu Anis – Sandiaga sedangkan Kolaborasi Demokrat dan PAN mengambil jalur dari latar belakang Militer dan Birokrasi yaitu Agus – Silvi. Ketiga pasangan calon Gubernur DKI ini telah berkampanye dan langsung berinteraksi dengan masyarakat untuk menyampaikan Visi, Misi dan Program kerjanya. Para Jawara-Jawara Calon Gubernur DKI ini meliki karakter dan pola komunikasi yang berbeda.

Dari ketiga pasangan calon Gubernur ini, masing – masing memiliki karakter dan gaya komunikasi politik yang berbeda, Ahok misalnya lebih dikenal dengan Ceplas-ceplos, Tegas, Cerdas namun terkesan Arogan, Cagub Anis lebih dikenalkan dengan label sebagi calon gubernur yang Santun sedangkan Agus lebih dikenal dengan Calon Pemimpin Muda, Tegas dan memiliki pasangan yang sudah berpengalaman di birokrasi selama berpuluh-puluh tahun. Mereka masing masing membangun Branding dan memberikan Labeling terhadap dirinya agar supaya masyarakat atau khalayak pemilih dapat menentukan pilihannya pada bulan februari 2017 mendatang.

                Yang menarik dari Kontestasi pemilihan gubernur DKI Jakarta adalah adalah ada pasangan yang menyandang status tersangka yaitu Basuki Tjahaja Purnama alis Ahok yang merupakan calon Petahana yang di usung oleh 4 partai besar. Ahok dijadikan tersangka oleh Bareskrim Polri pada tanggal 16 November 2016 setelah melalui gelar perkara atas dugaan tindakan penistaan agama, dalam kasus ini Ahok disangkakan UU KUHP dijerat Pasal 156-a KUHP Selain itu Ahok juga di indikasi terancam melanggar Bab VII Perbuatan yang di Larang,  pasal 28 ayat (2) UU No 11 tahun 2008 tentang Informasi Transaksi Elektronik (ITE) dengan ancaman hukuman lima tahun penjara. Meskipun Ahok telah ditetapkan sebagai terangka namun bisa mengikuti proses pemilihan Pilgub DKI sebelum ada keputusan tetap dari pengadilan apakah bersalah atau tidak.

Kalau kita tarik kebelakang, ketiga calon gubernur ini memiliki history dukungan yang sama-sama cukup kuat, Pasangan Cagub Ahok – Jarok dengan PDI Perjuangan dimana ada nama Megawati Soekarno Putri dan mantan Pasangannya saat menjabat sebagai gubernur DKI yaitu Joko Widodo yang saat ini menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia, Pasangan Anis – Sandiaga dengan ada nama Prabowo yang merupakan mantan Calon Presiden yang dulu berkompetisi dengan Jokowi – JK, kemudian Agus – Silvi, melalui Demokrat ada nama mantan Presiden Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Pertarungan perebutan Kursi 1 DKI Jakarta menjadi komsumsi berita publik setiap hari, Media menempatkan kegiatan-kegiatan para calan gubernur DKI sebagai headline news termasuk perkembangan kasus salah satu calan yaitu Ahok terkait dengan status Tesangka yang melekat pada dirinya karena dugaan penistaan agama.

Berkaitan dengan kasus Ahok iniliah, beberapa bulan terakhir Pilgub DKI menjadi headline news dan menjadi tranding topic di media sosial. Aksi damai 4/11 yang berujung kepada penetapan tersangka Ahok, ternyata masih terus bergulir hingga saat ini, riak – riak politik, kata tunggang – menunggangi antar kepentingan kelompok, organisasi, partai politik bahkan kata indikasi Makar juga terucap dari petinggi TNI/POLRI yang dialamatkan kepada aktor aksi demo dan protes terhadap indikasi dan dugaan penistaan agama yang disangkakan kepada Ahok.

Berita simpang siur tentang Money Rush sebelum tanggal 25 nopember, Rencana aksi 2 Desember dari berbagai elemen masyarakat, organisasi keagamaan merupakan efek dari aksi 4/11 terus menjadi perhatian pemerintahan Jokowi. Sapari politik Jokowi, Pertemuan intensive dengan menteri – menterinya bahkan Panglima TNI dan Kapolri telah menyiapkan pasukan pengamanan sehingga tidak kecolongan seperti saat aksi damai sebelumnya. Menjadi pembelajaran bagi pemerintahan Jokowi bahwa setiap isu yang sensitif, berkaitan dengan keragaman masyarkat serta ke Bhinnekaan semestinya segera di respon sehingga tidak memicu konflik sosial dan negara bisa fokus kepada urusan untuk mensejahterahkan rakyatnya.

Seyognyanya kasus penistaan agama yang diduga dilakukan oleh Ahok juga sepenuhnya diserahkan kepada penegak hukum tinggal semua elemen masyarakat mengawal proses hukumnya, karena semua warga negara negeri ini berkewajiban menjaga keberagaman, tolerensi dan keutuhan negara Republik Indonesia, sehingga eskalasi politik nasional tetap stabil.

menurut Jesse Delilaa ; teori Konstruktivisme yang mengatakan bahwa Individu menafsir dan bertindak menurut konseptual yang ada dalam pikiran. Realitas tidak menghadirkan dirinya dalam bentuk kasar, tetapi harus disaring melalui cara seseorang melihat sesuatu ( Theories of Human Communication ; 181)

ZAENAL MAPPIREWA, S. Kom

[CEO Media Nasional Sorot Keadilan]

[Program Magister Ilmu Komunikasi Univ. Jayabaya Jakarta]

similar news

Kapolda Sulbar : “Allah Akan Mengalihkan Bala Bencana Bilamana Ummat Muslim Melakukan Tiga Hal Ini”

Sorot Keadilan.Com,- Mamuju, Di Masjid Al-Ikhwan Kota Mamuju Provinsi Sulawesi Barat, Kapolda Sulbar Brigjen Pol. Baharudin Djafar, melaksanakan sholat subuh berjamaah dengan, Selasa (14/11/2017).<...

POLRES KEPULAUAN SERIBU SIAP MENGAMANKAN PUNCAK PERAYAAN HUT Ke – 16 KABUPATEN KEPULAUAN SERIBU

Sorot Keadilan.Com - Kepulauan Seribu, Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan berkunjung ke Pulau Pramuka di Kepulauan Seribu, Jakarta. Anies yang datang bersama istri, Fery Farhati Ganis t...

Kader Partai Golkar di Jawa Barat Gelar Do’a Bersama

Sorot Keadilan.Com,- Seluruh kader Partai Golkar Jawa Barat menggelar do’a bersama untuk keselamatan partai secara serempak hari ini Jum’at (29/9). Kegiatan ini menyusul memanasny...

ProDem Gelar Diskusi “Rumah Kaca KPK”

Sorot Keadiln.Com,- Aktivis PRo Demokrasi (ProDem) akan gelar diskusi dengan tema : “Rumah Kaca KPK” di Hotel Mega Proklamasi,Selasa (22/08) mulai pukul 14.00 WIB. Dalam Pasal 3 ...

Popular