SOROTKEADILAN | Selasa, 11 Agustus 2020

DAMRI Resmi Layani Rute JRC Kemang Pratama Bekasi - Stasiun Gambir Jakarta PP


 

Sorotkeadilan.com - Jakarta - DAMRI hari ini, Selasa (11/8) resmi melayani rute JRC Kemang Pratama Bekasi - Stasiun Gambir Jakarta pp (via Komdak, Jenderal Sudirman dan Thamrin City) sebagai bagian dari komitmen perusahaan untuk memperkuat jaringan transportasi darat sekaligus mendukung peningkatan perekonomian dan kepariwisataan. 

Layanan JRC Kemang Pratama Bekasi - Stasiun Gambir Jakarta pp (via Komdak, Jenderal Sudirman dan Thamrin City) tersebut merupakan upaya DAMRI untuk menghadirkan konektivitas transportasi darat kepada para pelanggan dan mendukung penerapan kembali Ganjil Genap DKI Jakarta yang berlaku sejak Senin (3/8/2020).

Acara peresmian rute baru ini turut dihadiri oleh Tim DAMRI, Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Polana B. Pramesti, Sekretaris BPTJ Rosita Sinaga, Direktur Angkutan BPTJ Aca Mulyana, Kasubdit Angkutan Orang BPTJ Toni Tauladan, Kasubdit Pengawasan dan Pengendalian BPTJ Torang Hutabarat, Kepala Seksi Angkutan BPTJ Eka Hangga, Kepala Bidang Angkutan Dishub Kota Bekasi Fatikun, Kepala Seksi Angkutan Tidak Dalam Trayek Dishub Kota Bekasi T.D Zulkarnain, Perwakilan Organisasi Angkutan Darat (Organda) serta Ketua Forum Rukun Warga (RW) Kemang Pratama, Chairil Anwar.

Rute JRC Kemang Pratama Bekasi - Stasiun Gambir Jakarta dengan tarif normal Rp 25.000. Namun, kini pelanggan DAMRI dapat menikmati layanan ini hanya dengan Rp 15.000. Dengan jam keberangkatan yakni jam 05.30 WIB dari Kemang Pratama, sedangkan pukul 17.30 dari Stasiun Gambir.

DAMRI hadir memberikan kenyamanan dan keamanan armada yang dilengkapi dengan protokol kesehatan yang ketat untuk menghindari risiko terpapar virus COVID-19 bagi pelanggan yang harus melakukan perjalanan dari dan atau menuju Jakarta untuk berkerja.

Bus Sehat yang disediakan DAMRI memberikan pelayanan terbaik. Bus dipastikan dalam keadaan bersih dan melalui proses penyemprotan desinfektan.

Selain itu penerapan jaga jarak tetap dilakukan dengan ditetapkannya maksimal kapasitas penumpang hanya 70%, didukung dengan pengecekan suhu tubuh, penyediaan hand sanitizer dan tempat cuci tangan, serta penggunaan alat pelindung diri kepada petugas di lapangan dan awak kendaraan.

(Diana)

Popular