SOROTKEADILAN | Minggu, 08 Desember 2019

LPHS, Mari Tingkatkan Kemajuan Generasi Bangsa Dengan Pendekatan Sosial Budaya


Sorot Keadilaan.Com,-


Negara Indonesia adalah negara yang banyak menyimpan sejarah-sejarah kerajaan dan peradaban pada jaman dahulu, bahkan peradaban dan budaya kita merupakan daya pikat menjadi salah satu sumber daya tarik untuk para ahli Arkeolog berdatangan ke Indonesia. Bahkan hal ini pun menjadi pemicu wisatawan dalam dan luar untuk mengunjungi wilayah Indonesia dengan orientasi titik-titik parawisata.Peninggalan sejarah dan budaya serta peradaban yang sudah polpulis adalah candi candi di Nusantara ini.

Banyak lembaga atau yayasan dan bahkan komunitas yang tertarik pada nilai-nilai sejarah peradaban bangsa kita ini. Salah satunya adalah Lembaga Pusaka Hirup Sajati (LPHS). Menurut Muhsin, Ketua Lembaga LPHS ini, kami akan konsen dalam mengkaji secara ilmiyah tentang peradaban jaman dulu yang ada disekitar kita. Walaupun lembaga ini baru dibentuk, tapi mudah-mudahan bisa memberi kontribusi dan juga bisa bersinergi atau bermitra dengan program-program Pemerintah Indonesia.

"Apalagi di Sukabumi ini banyak sekali peninggalan-peninggalan jaman dahulu. Dari mulai megalitikum hingga jaman kerajaan dan peperangan dalam merebut kerdekaan ini. Walaupun lembaga ini baru dibentuk, tapi mudah-mudahan bisa memberi kontribusi dan juga bisa bersinergi atau bermitra dengan program-program Pemerintah Indonesia. Terutama dalam memajukan sektor-sektor parawisata sebagai instrumen untuk pengenalan karakter nilai-nilai luhur peradaban dan budaya kita". Ungkap Muhsin Ketua LPHS. kepada media ini. Minggu 08/12/2019.

Muhsin pun menjelaskan. Bahwa untuk pemajuan budaya ini sesuai dengan UU Nomor 5 tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan yang ditandatangani Presiden Joko Widodo pada 24 Mei 2017 tahun lalu dan serta telah diundangkan di Jakarta pad 29 Mei 2017 dan tertuang dalam lembaran negara tahun 2017 nomor 104. Hal ini tentu dengan melakukan kajian dan mekanisme yang sangat apik. Pemirntah dalam merancang ini hampir memakam waktu dua tahun dalam Rancangan Undang-Undang (RUU) tersebut.

"Saya mengumpulkan dan mempelajari undang-undang yang mengatur tentang pemajuan budaya. Budaya tidak bisa diartikan pada gerak atau wujud dari tarian atau alunan musik serta artepak peninggalan saja. Tapi budaya juga adalah nilai-nilai luhur kita dalam mengaplikasikan nilai-nilai Pancasila untuk sebuat tatanan dan peradaban yang beragama berbangsa dan bernegara, hal ini untuk mencapai kesejahteraan bagi setiap masyarakat dilingkungannya masing-masing. Semoga dengan hadirnya LPHS ini bisa memberikan kontribusi terhadap negara dan bermitra dengan pemerintahan". Imbuh Muhsin.

Masih kata Mushin. "LPHS memiliki visi yaitu "Dengan Ilmu Pengetahuan Indonesia Mulia dan Sempurna". Dengan LPHS ('sakti') diharapkan programnya bisa mengangkat harkat derajat manusia sesuai dgan levelnya masing-masing yang dengan kata lain mampu memanusikan manusia.

Selain itu, program-program yang akan di laksannya adalah untuk meningkatkan pradaban nusantara baik dalam penataan dn pemeliharaan situs peradaban dan juga penataan dalam pemeliharaan lingkungan hidup. Serta peningkatan karakter generasi bangsa ini untuk lebih maju dan bisa bersaing dengan negara lain.

Semoga LPHS bisa bermitra dan membantu pemerintah dalam rangka menuntaskan pembangunan manusia Indonesia seutuhnya. Seloga kami 'Hanya dengan Tangan yang Bersih Indonesia menjadi Bersih'. Dan pastinya kami juga bersinergi dengan lembaga-lembaga yang ada di dalam dan di luar negeri dan terintegritas dengan berbagai budaya kehidupan di setiap wilayah". Pungkasnya.
(ARS)

Popular