SOROTKEADILAN | Sabtu, 25 Januari 2020

Camat Sisolok Siaga Bencana Bersama Para Kades Dan Warganya Sesuai Intruksi Bupati Sukabumi


Sorot Keadilan.Com,- Sukabumi, Faktor alam dan faktor non alam serta faktor manusia bisa menyebabkan terjadinya pristiwa yang mengakibatkan berbagai kerusakan dan kerugiaan dari mulai lingkungan, harta benda, hingga korban jiwa, serta mempunyai dampak secara psikologis. Rangkaian peristiwa tersebut adalah yang disebut bencana hal ini mengacu pada Undang-undang Nomor 24 Tahun 2007 Tentang Penanggulangan Bencana.

Dalam hal ini, Kurnia Lismana, AP., selaku Camat Cisolok yang baru menjabat dibulan ini, menjalankan intruksi Bupati Sukabumi seperti dalam surat edaran Bupati atau Keputusan Bupati Sukabumi Nomor 360/ Kep 1113- BPBD/2019 tentang Penetapan Status Siaga Darurat Bencana Banjir, Tanah Longsor, dan Pergerakan Tanah di Kabupaten Sukabumi. Tahun 2019-2020. Untuk selalu siap siaga terhadap bencana.

Menurut Kurnia Lismana, AP., bencana itu dibagi terhadap beberapa kriteria. Ada Bencana Alam, Non Alam, dan Bencana Sosial. Terlebih di musim penghujan ini, tapi kadang cuacanya panas beberapa hari terus diguyur hujan hal ini rentan terjadi bencana alam.

"Bencana alam misalnya Tusnami, Gunung Meletus, Tanah Longsor, Gempa Bumi, Kekeringan, hingga Topan dan Badai. Kalau bencana non alam misalnya gagalnya moderinsasi, dan gagalnya industri serta teknologi, Wabah Penyakit, Epidemi. Bencana sosial misalnya teror, konflik antar kelompok atau komunitas, serta sejenisnya". Kata Camat Cisolok Kabupaten Sukabumi, pada Sorotkeadilan.com, Sabtu 25/01/2020.

Untuk wilayah Kecamatan Cisolok yang geografisnya pesisir pantai dan sebelah atasnya pegunungan. Camat Cisolok ini menghimbau secara struktural lewat desanya masing-masing untuk menjaga dan melestarikan serta merawat lingkungan atau alam sekitar kita.

"Poin pertama merubah prilaku atau kebiasan yang kurang bagus dari tadinya tidak peduli menjadi peduli, Lakukan hal terkecil misal buang sampah pada tempatnya, jangan buang kesungai atau aliran air, ke laut atau pesisir pantai, sampah plastik bisa di kumpulkan jadi nilai ekonomis dan sampah organik bisa dikubur, dibakar atau diolah jadi pupuk.

Lakukan penghijauan pada lahan-lahan kosong baik itu punya perorangan atau punya garapan kelompok tani, jangan nebang sembarangan, harus mulai nebang satu tanam seribu istilahnya.

Aliran air atau sungai atau anak sungai selalu dijaga dan dirawat agar selalu bersih dan sehat.

Silahkan seluruh warga Kecamatan Cisolok berlomba-lomba dalam hal kebaikan minimal memperbaiki pola atau kebiasaan yang tadi disebutkan dalam poin pertama, hal itu untuk keamanan dan kenyamanan kita semuanya". Jelasnya.

Kurnia Lismana, AP., pun meyakinkan, Kecamatan Cisolok Beserta Polsek dan Koramil, Muspika, Babinsa, Tagana, Siaga Bencana, Para Relawan, serta Ormas dan OKP dan masyarakat selalu siap Siaga Bencana. Cisolok Bermartabat (Bersama Masyarakat Tambah Manfaat).

Menurutnya yang namanya bencana kita tidak tahu pasti kapan akan terjadi, tapi setidaknya kita sudah sedia payung sebelum hujan, kesiapan lahir dan mental harus terus dipersiapkan agar menjadi pribadi tangguh serta dibarengi do'a memohon ampunan dan keselamatan kepa Tuhan Yang Maha Esa. Aamiin.

"Saya berharap semua Struktural Pemerintahan di Kecamatan Cisolok serta Para Aparatnya dan Para Relawannya dan juga warga semuanya terus saling berkordinasi dan saling memberi informasi jika ada tanda-tanda bencana yang akan terjadi". Harap Kurnia Lismana, AP., Selaku Camat Cisolok Kabupaten Sukabumi.


Sorotkeadilan.com, (ARS).

Popular