SOROTKEADILAN | Selasa, 12 Maret 2019

BNN Musnahkan Barang Bukti Narkotika Kedua Dalam Tahun 2019


sorotkeadilan.com - Jakarta, Badan Narkotika Nasional (BNN) memusnahkan barang bukti kedua kalinya dalam tahun 2019 berupa ganja seberat 1,3 ton, sabu seberat 18,6 kg dan ekstasi sebanyak 19.080 butir.
 
Kepala BNN Heru Winarko mengatakan dengan pemusnahan barang bukti tersebut lebih dari sepertiga juta anak bangsa terselamatkan dari penyalahgunaan narkoba. Dikatakannya seluruh barang bukti narkotika di sita dari beberapa kasus.
 
"Inilah pemusnahan kedua di tahun ini, BNN sebagai Badan Narkotika Nasional berkeinginan kuat untuk Pembrantasan narkoba di Indonesia," katanya kepada wartawan, di Jakarta saat menggelar konpersi pers, Selasa (12/03/2019)
 
Dijelaskannya dalam kasus pertama BNN berhasil mengungkap 1,3 ton ganja lewat jalur darat dan udara. Pengungkapan ini berasal dari informasi adanya pengiriman ganja ke Bogor pada tanggal 30 Januari 2019. Sehingga petugas berhasil menangkap BS di daerah jalan Loder Baranangsiang Bogor dengan barang bukti 506 bungkus ganja kering seberat 715 kg.
 
Ganja tersebut disembunyikan dalam kompertemen truk yang di modifikasi. Masih di hari yang sama petugas melakukan pengembangan dan berhasil mengamankan IM dikawasan Cargo Bandara Soekarno Hatta. Tersangka diamankan setelah mengambil paket yang berisi ganja seberat 336 kg
 
"Kemudian tanggal 31 Januari 2019 petugas berhasil meringkus tersangka lainnya yaitu AS dan AB dengan barang bukti ganja seberat 307 kg di sebuah rumah di daerah jalan Mandor Tajir Bojongsari Depok, total ganja yang disita seberat 1,3 ton,"jelasnya
 
Kasus kedua diungkap kasus 3 ons sabu dalam charger Aki Berau. Dalam kasus ini petugas BNN menangkap seorang tersangka berinisial RG di sebuah hotel di Tanjung Redeb, Berau Kalimantan Timur (Kaltim) dengan barang bukti sabu seberat 300 gram pada tanggal 29 Januari 2019. Sabu tersebut disembunyikan dalam kardus blender berisi charger aki yang didalamnya terdapat sabu.
 
Kasus ketiga bersasarkan informasi masyarakat tentang adanya peredaran narkoba di daerah Sekitar Pancang l, Sebatik Nunukan Kalbar. Petugas BNN melakukan penyidikan diungkap 6 kg sabu. Mami pelaku RUS tidak berada di rumah sehingga dilakukan pengejaran. Dalam pengembangan kasus ini petugas berhasil menangkap AG di daerah Sri Pancang, Sebatik. 
 
"AG berperan sebagai pengendali RUS. Sementara RUS berhasil ditangkap pada tanggal 31 Januari 2019 di perkebunan sawit di kawasan Tanjung Karang," terangnya.
 
Kasus keempat diungkap kasus 10,9 kg sabu dalam truk, BNN mengamankan dua sopir truk berinsial AA dan M yang membawa sabu seberat 10,9 kg dari Aceh menuju Jakarta. Keduanya ditangkap di area parkir Pelabuhan PT Bandar Bakau Jaya, pelabuhan Bojonegara desa Margagiri Serang Banten, pada 10 Januari 2019.
 
"Sabu tersebut disembunyikan di tempat penyimpanan terpal yang berada diatas kepala truk. Selanjutnya petugas melakukan pengembangan dan berhasil mengamankan ZA yang merupakan napi di Rutan Tanjung Gusta, Medan yang diduga kuat sebagai pengendali jaringan," pungkasnya
 
Kasus kelima berhasil diungkap 1 kg sabu di parkiran Stasiun Kereta Api Senen seorang tersangka berinisial AD ditangkap petugas BNN karena membawa sabu seberat 1,027 kg di depan CFC area parkir stasiun Kereta api Pasar Senen, Jakarta pada tanggal 12 Februari 2019.
 
Kasus keenam diungkap kasus 19 ribu butir ekstasi vdi Lubuk Linggau dalam pengungkapan kasus ini BNN berhasil mengamankan tiga tersangka yaitu HR, S dan H di jalan A. Yani Lubuk Linggau Utara l, Sumatra Selatan (Sumsel) pada 17 Februari 2019. Ketiganya terlibat dalam peredaran narkoba jenis ekstasi sebanyak 19.100 butir. Ekstasi tersebut dibawa dari Medan menuju Lubuk Linggau melalui jalur darat.
 
"Para pelaku kasus peredaran ganja dikenakan pasal 114 ayat (2) Jo Pasal 132 (1) UU RI no 35 tahun 2009 tentang narkotika, dengan ancaman maksimal hukuman mati," tandasnya. 
 
(Arman)

Popular