SOROTKEADILAN | Rabu, 15 Agustus 2018

Bastian: Ujaran Kebencian Andi Arief Merusak Citra Partai Demokrat.


Bastian: Ujaran Kebencian Andi Arief Merusak  citra Partai Demokrat.

Sorotkeadilan.com -Jakarta.15/08/2018.

Dalam siaran persnya, Rabu,15/08/2018, Jakarta Utara, Presiden Gerakan Pribumi Indonesia, Bastian P.Simanjuntak menyampaikan : "Entah sedang kerasukan roh apa Andi Arif wasekjen partai demokrat akhir-akhir ini terus menyerang Prabowo dan Sandi lewat cuitan twitternya, dari yang mengatakan Prabowo Jendral Kardus sampai dengan menyerang sandiaga uno, PKS dan PAN dengan tuduhan tendensius melabelkan sandi uno telah menggunakan uang untuk merebut kursi cawapres".

Bastian khawatir serangan Andi Arief akan merusak citra partai Demokrat dimana SBY dan putranya AHY sedang berupaya  membina hubungan baik dengan mitra koalisinya partai partai gerindra, pks dan pan disamping itu jika terus dibiarkan oleh SBY maka bisa merusak nama baik SBY yang selama ini kita kenal sebagai partai yang mengedepankan kesantunan. Sby sebagai ketua umum partai demokrat selalu melantunkan kalimat-kalimat yang santun dan halus, demikian juga dengan AHY, berbeda jauh dengan cuitan Andi Arief yang kasar dan serampangan. Tidak etis ketika ketua umumnya menjaga sopan santu dalam berkomunimasi dengan Prabowo, di saat yang sama Andi Arif dalam posisinya sebagai wasekjen PD malah mencaci maki Prabowo dan Sandi yang dihormati SBY dan AHY, itu sama saja tidak menghargai SBY sebagai pimpinan Partai Demokrat. 

Sebagaimana kicauan Andi Arief yang dilansir liputan6.com yang berbunyi: "Prabowo ternyata kardus, malam ini kami menolak kedatangan ke kuningan. bahkan keinginan dia menjelaskan lewat surat sudah tidak perlu lagi. Prabowo lebih menghargai uang ketimbang perjuangan, jenderal kardus."

"Andi Arief seharusnya membawa bukti ke pihak berwenang bukan mencuit serampangan yang mirip dengan relawan-relawan Ahok saat pilkada DKI Jakarta. SBY sebagai Ketua Umum Demokrat sudah terima dengan keputusan partai koalisi dengan Sandiaga yang dipilih sebagai cawapres. Andi Arief sepertinya memaksakan AHY sebagai pendamping Prabowo sehingga membuat fitnah melalui sosmed. Padahal AHY menerima keputusan partai koalisi dengan lapang dada", kata Bastian.

Bastian berharap agar Andi Arief mencabut pernyataannya tersebut dan sebaiknya Prabowo bersikap tegas terhadap Andi yang telah membuat fitnah.

"Kita berharap Andi Arief mencabut pernyataannya atau SBY sebaiknya bersikap tegas terhadap Andi Arief. Jangan sampai Andi Arief menjadi duri dalam daging, tentu bisa menganggu keharmonisan koalisi partai Gerindra, PAN, PKS dan Demokrat. Tudingan Andi Arief adalah fitnah yang merusak citra bukan hanya pihak yang dituduh akan tetapi juga merusak partai Demokrat sekaligus tentunya demokrasi kita juga", pungkasnya. (sdt).

 

Popular